delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Harga Karet Anjlok, Ibu Rumah Tangga Enggan ke Pasar

Harga karet anjlok sampai Rp 3.000/kg sampai-sampai belanja kebutuhan sehari hari bagi ibu rumah tangga untuk kebutuhan keluarga saja tak bisa lagi berbelanja, "seperti biasanya kepasar jadi enggan",


KABARRIAU.COM, RENGAT – Duhulu Petani karet Diantero Nusantara hidup berkecukupan, bahkan dari hasil petani karet sampai bisa menunaikan ibadah haji, saat itu harga karet di tingkat petani mencapai Rp 25.000/kg.

Tetapi kini digoncang harga karet anjlok sampai Rp 3.000/kg. Kehidupan petani karet pun sangat terdampak, sampai-sampai belanja kebutuhan sehari hari bagi ibu rumah tangga untuk kebutuhan keluarga saja tak bisa lagi berbelanja, "seperti biasanya kepasar jadi enggan", demikian dikatakan Sutioko, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pasir Penyu Inhu, Minggu (6/3/2016).

Dia mengatakan, petani karet di Inhu khususnya di Kecamatan Pasir Penyu kalau harga karet tetap masih bertahan hingga Rp 3000/Kg, imbasnya juga dirasakan oleh para pedagang.
Pedagang mengeluh akibat disetiap pasar rakyat sepi tak ada aktivitas jual beli.

"Pertanyaannya sampai kapan kondisi ini bisa pulih kembali", Ia berharap ada terobosan dari pemerintah untuk meningkatkan harga karet tersebut, dirinya pesimis harga karet tidak akan ada peningkatan (Stagnan).

Dia menerangkan, dari hari kehari harga beras terus melonjak naik untuk harga karet sebaliknya merosot. kita jual 1 kg karet cuma bisa beli 1/4 kg beras. Harga karet Rp 3.000/kg di petani, harga beras Rp 12.000/kg, jelasnya.

Sebut Sutioko lagi, agar hal ini tidak terus berlanjut para petani karet meminta pemerintah segera turun tangan mengangkat kembali harga karet di tingkat petani. Caranya dengan mendorong industri pengolahan karet di dalam negeri.

Seperti ekspor dalam bentuk mentah di hentikan, akan lebih baik jika karet mentah tersebut diolah dulu dalam negeri dan kalau mau diekspor harganya akan jauh lebih tinggi dan stabil dipasaran dunia, kayak di Thailand, dijamin petani karet tidak akan merugi seperti saat ini, kesal ketua KTNA Pasir Penyu itu. (*)

Liputan  : Fauzi.
Kategori: Bisnis.