delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Riau Status Siaga Darurat Karlahut, Langsung Minta 2 Helikopter

Dengan ditetapkannya status siaga darurat Karlahut maka kita segera bergerak cepat mengajukan bantuan dua unit helikopter "water bombing" ke BNPB.

 

KABARRIAU.COM, Pekanbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau bergerak cepat pasca ditetapkannya status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) mengajukan bantuan dua unit helikopter "water bombing" ke BNPB.

"Dengan ditetapkannya status siaga darurat Karlahut, maka kita segera bergerak cepat. Salah satunya mengurus redaksiistrasi meminta bantuan helikopter ke BNPB," kata Kepala BNPB Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Senin (7/3/2016).

Ia berharap, dalam waktu dekat kedua helikopter itu akan segera tiba di Riau untuk membantu proses pemadaman Karlahut yang saat ini terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.

Terkait jenis helikopter yang diajukan tersebut, ia mengatakan hal itu tergantung BNPB sebagai pihak yang berwenang meminjamkan. "Namun kita berharap dua heli yang digunakan kemarin yakni Sikorsky dan MI 171 dikirim ke Riau," jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan helikopter untuk "water bombing" atau pengebom air itu mutlak dibutuhkan BPBD Riau lantaran sebaran titik api di wilayah tersebut sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain mengajukan bantuan helikopter untuk keperluan "water bombing", ia juga berharap bantuan peralatan pemadam kebakaran untuk memperkuat peralatan petugas yang ada saat ini untuk proses pemadaman Karlahut.

"Intinya kita akan terus bekerja keras bersama jajaran TNI, Polri dan Manggala Agni serta masyarakat untuk mencegah kebakaran terus meluas," tegasnya.

Pemerintah Provinsi Riau mulai Senin ini menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) sebagai upaya untuk mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

"Karena lebih banyak daerah menetapkan siaga darurat kebakaran lahan, maka kita mengakomodir itu untuk disampaikan ke pusat. Selain itu, status siaga darurat ini juga untuk mempercepat penanggulangan dan pencegaha kebakaran lahan," kata Pelakasna Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Ia menyatakan sebelumnya sebanyak enam daerah telah menetapkan status siaga darurat Karlahut. Keenam daerah itu adalah Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak dan Pelalawan. Sementara itu, khusus untuk status siaga darurat Karlahut Riau akan diterapkan selama tiga bulan mendatang.

Menurutnya, langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal seperti prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru yang menyatakan bahwa curah hujan wilayah utara Riau terus menipis.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan ditetapkannya status tersebut, selain memaksimalkan proses pemadaman juga dapat memaksimalkan upaya pencegahan termasuk sosialisasi ke masyarakat.(*)

Liputan  : Brian.
Kategori: Lingkungan.