Pernyataan Pengawas Sekolah SD 007 Pangkalan Kerinci Sakitkan Hati
"Kalau anak merasa tidak nyaman sekolah disini silahkan cari sekolah lain" penyataan pengawas ini dirasakan adalah sebagi bentuk intimidasi secara halus.
Okeline, Pelalawan - Saat dalam awal rapat saja pada saat Pengawas Sekolah Dasar (SD) Negri 007 Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Drs. Bandrio dalam memberikan kata sambutan, membuat hati orang tua yang hadir menciut mengeluarkan pendapat. Menurut orang tua murid pernyataan dalam rapat masalah uang perpisahaan SD yang dinilai mahal disekolah tersebut menjadi sudah kurang enak lagi.
Hal ini dikatakan oleh salah seorang orang tua wali murid yang namanya minta dirahasiakan karena takut anaknya diintimidasi oleh oknum guru sekolah itu. Pernyataan itu "Kalau anak merasa tidak nyaman sekolah disini silahkan cari sekolah lain" penyataan pengawas ini dirasakan adalah sebagi bentuk intimidasi secara halus.
"Kami tidak bisa lagi bersuara, sebab awalnya sudah mulai dengan nada yang terasa menekan kami," Jelasnya pada wartawan, saat keluar sekolah tersebut.
Alhasil sebutnya segala keinginan guru dan untuk terus melanjutkan membebankan uang perpisahan dengan uang les sebesar 750 ribu rupiah itu berjalan mulus, padahal sebelumnya dirumah mereka akan mengusulkan uang perpisahan itu hanya sebesar 100 ribu rupiah saja.
"Herannya kenapa sekolah memaksakan perpisahan ini yang terasa mencekik leher kami ini, kami takut bersuara sebab Pengawas Sekolah dan Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Pelalawan saja tidak berpihak orang tua siswa," Jelasnya.
Dalam wancara para pendidik pungutan yang dinilai orang tua kurang mampu ini juga dibantu oleh orang yang mengaku tokoh masyarakat untuk melegalkan pungutan sekolah itu, kalau dilihat dari tampilan tokoh masyarakat ini dia hadir kesekolah itu memakai mobil mewah.
Kabid Kurikulum Drs, Salbiah, Spd saat dilokasi itu membenarkan apa yang dikatakan Pengawas SD 007 Drs. Bandrio.
Salah seorang tokoh muda di Pelalawan, Riau, Hadi Taufik mengatakan bahwa tampa disadari anak mulai usia dini telah dididik budaya sepeti praktek Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), sebab dari kejadian yang selama ini terjadi terutama di sekolah - sekolah di Pelalawan, dengan melakukan pungutan dengan alasan uang perpisahan secara tidak langsung mengarah pada perbuatan tak baik.
Menurut dia dan sebagian orang lainya faedah perpisahaan ini boleh dibilang tidak ada untuk siswa, apalagi pengumpulan uang perpisahan yang nilainya puluhan juta ini bisa membuat kalap mata orang apalagi pengawasan terhadap uang perpisahan ini sangat lemah.
"Faedahnya tidak ada bagi siswa, masalah kenang - kenagan tak perlu ikut campur guru dengan mengumpukan uang ," Jelasnya.
Taufik mengatakan perpisahan bisa dilakuakn dengan berbagai cara, tidak harus mengumpulkan uang orang tua murid dengan berdalih rapat hanya untuk melegalkan keinginan guru, "Mengapa mahal kalau manfaatnya minim," Tukasnya.
Sementara itu Pengawas Sekolah mengatakan hasil rapat uang perpisahan SD N 007 Pangkalan Kerinci, Bandrio, tidak memaksakan kalau orang tua tak mampu.

