Imbas Harga Pertanian Tak Stabil, Ekonomi Warga pun Melemah
K Mandala EP: "Seandainya penunjukan pejabat berdasarkan dari keprofesionalisme, insya Allah semua tugas akan mampu dilaksanakan dengan baik. Sungguh, alangkah rindunya kita kepada tipe pemimpin dan pejabat seperti itu".
KABARRIAU.COM, RENGAT- Beberapa tahun belakangan ini harga Buah Kelapa Sawit dan Karet tak menentu, yang anehnya dikala buah sawit dan karet panen raya hasilnya malah digoncang akibat anjloknya harga jual dipasaran, dikala hasil produksinya sedikit (Trek-Red ) malah harga jual dipasaran menjadi mahal. Hal ini menjadi pertanyaan yang belum terjawab oleh pemerintah sampai saat ini. Ada apa dibalik anjloknya harga jual tersebut ?.
Dampak dari anjloknya hasil jual bidang Pertanian dan Perkebunan, secara otomatis para orang tua wajar mengeluh, lain bagi orang tuanya yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini bertolak belakang bagi yang hidupnya dari hasil perkebunan atau wiraswasta. Ini jelas sangat merasakan dikondisi sulit sekarang ini, apalagi kalau menyangkut biaya pendidikan saat ini dirasa sangat mahal.
Kalau keadaan terus menerus tidak ada kepastian, tentu para orang tua untuk membiayai keperluan perkuliahan anak anaknya dengan kondisi ekonomi keuangan yang dirasakan saat ini tak menentu, jelas terkendala untuk melanjutkan sekolah anaknya kejenjang yang lebih tinggi.
Menyikapi hal tersebut, Pengurus Himpunan Mahasiswa Inhu, berpandangan saat ini untuk mencari Seorang pemimpin besar yang mempunyai kekuasaan luas yang peduli dengan kelangsungan hidup ekonomi rakyatnya belum ada dijumpai diantero negeri ini.
Belum ada dijumpai pemimpin yang telaten, ia belum sempat mengunjungi semuanya, tapi ia mengetahui kondisi keadaan rakyatnya. Kebutuhan rakyatnya selalu ia perhatikan serta segera dipenuhi dan dipastikan tidak akan terjadi keadaan sesulit ini, Kata Mahasiswa Universitas Riau, K Mandala EP.
Dikatakannya kondisi yang terjadi saat ini dari pemerintah malah sebaliknya, kebutuhan rakyat yang sangat mendasar dihilangkan atau kurang dipenuhi serta dikesampingkan sehingga menelantarkan dan menyusahkan rakyat. Hal ini dikarnakan pejabat yang diamanahi tugas tidak iklas dan betul-betul melaksanakan amanahnya.
Ditambah lagi para pembantunya serta-merta karena mempunyai wewenang, lantas memanfaatkan kedudukannya dengan mengeksploitasi segala hal untuk memenuhi keinginannya, Ungkapnya.
Mandala menduga, terjadinya sampai meningkat dari tahun ketahun jumlah angka kemiskinan dinegeri ini akibat penunjukan pejabat dari hasil kolusi dan nepotisme atau uang pelicin. Seyogianya tidak berdasarkan pada profesionalisme.
Seandainya penunjukan pejabat berdasarkan dari keprofesionalisme, insya Allah semua tugas akan mampu dilaksanakan dengan baik. Sungguh, alangkah rindunya kita kepada tipe pemimpin dan pejabat seperti itu. Wallahu a`lam, Pungkas Mahasiswa Semister 3 di Universitas Riau ini. (*)
Liputan : Fauzi.
Editor : Burian.
Sumber: - -

