delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Karhutla Masih Terus Terjadi di Riau

Ferry Duwantoro: "Dua helikopter jenis Sikorsky dan MI-8 hingga kini masih terus melakukan operasi pemadaman di Kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanah Putih di Rokan Hilir".

 

KABARRIAU.COM, Pekanbaru - Tim udara satuan tugas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau pada Rabu (14/9/2016) melanjutkan operasi pengeboman air sebagai upaya penanggulangan titik api di wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Kampar.

"Dua helikopter jenis Sikorsky dan MI-8 hingga kini masih terus melakukan operasi pemadaman di Kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanah Putih di Rokan Hilir," kata anggota tim udara Satgas Karhutla Riau, Mayor Ferry Duwantoro di Pekanbaru.

Di Rokan Hilir, kebakaran hutan dan lahan terpantau cukup luas. Kebakaran di wilayah tersebut mulai terjadi sejak Sabtu akhir pekan lalu atau mulai memasuki liburan panjang. Hingga kini, proses pemadaman masih terus berlangsung.

Selain Rokan Hilir, kebakaran juga terpantau di perbatasan Rokan Hulu dan Kampar, tepatnya di Hutan Lindung Bukit Suligi. Hanya saja, di Bukit Suligi kebakaran berhasil ditekan dan saat ini menyisakan asap tipis. Belum jelas berapa luas kebakaran di area tersebut.

Berbeda dengan di Bukit Suligi, Karhutla di Rokan Hilir terpantau lebih luas. Di Rokan Hilir titik api terpantau di sejumlah desa seperti Desa Sungai Pinang, Kecamatan Pujud dan Desa Labuan Papan, Kecamatan Tanah Putih.

Dari foto yang dimapirkan tim udara Satgas siaga darurat Karhutla Riau terlihat lahan bekas kebakaran menghitam sementara asap hingga hari ini masih mengepul ke udara. Tim masih terus berjibaku dengan mengerahkan helikopter pengebom air.

Satgas siaga darurat Karhutla Riau saat ini memiliki lima helikopter dan dua pesawat air tractor. Kelima heli tersebut masing-masing adalah dua unit MI-8, satu unit MI-171, satu unit Sikorsky dan satu unit Bolkow-105. Seluruh heli dan pesawat air tractor tersebut dimanfaatkan untuk operasi pengeboman air.

Selain itu, juga terdapat satu unit Cassa 212 A-2107 yang dimanfaatkan untuk operasi modifikasi cucaca. Sebagian besar armada tersebut berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Satelit milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Rabu hari ini memantau 14 titik api berada di daratan Provinsi Riau dengan "level confident" atau tingkat kepercayaan Kkarhutla lebih dari 70 persen.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di mengatakan, jumlah titik api tersebut tersebar pada empat kabupaten di Riau.

Di Rokan Hilir terdapat tujuh titik api dengan masing-masing wilayah per kecamatan seperti di Bangan Sinembah terdeteksi empat titik, di Pujud terpantau dua titik dan Bangko Pusako satu titik.

"Rokan Hulu empat titik yang tersebar di Pendalian IV Koto dua titik, Rokan IV Koto satu titik dan Tandun satu titik. Pelalawan dua titik di Langgam dan Indragiri Hulu satu titik di Batang Cenaku," katanya.

Slamet menjelaskan, ke-14 titik api tersebut merupakan bagian dari total 29 titik panas terpantau satelit berada di Riau dan tersebar pada tujuh kabupaten yakni di Rokan Hilir 13 titik.

Lalu Pelalawan lima titik, Rokan Hulu empat titik, Kuantan Singingi tiga titik, Indragiri Hulu dua titik, Kampar dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik.

Untuk di Sumatera, lanjutnya, satelit mendeteksi 96 titik panas dengan tingkat kepercayaan kebakaran di atas 50 persen terjadi pada delapan dari total 10 provinsi dan di Riau tercatat masih menjadi konsentrasi karena terpantau 29 titik.(*)

Liputan  : Brian.
Editor    : Robinsar Siburian.
Kategori: Karhutla.

BERITA TERKAIT