delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Kapolda: Narkoba Masuk Riau, Akan Kami Sikat

Zulkarnain: "Saya pastikan kepada yang salah untuk dihukum, dan jika oknum yang terlibat dihukum lebih dari 3 bulan saya pastikan akan dipecat, karena saya tidak akan mentolerir atas kekejaman yang dilakukan oleh oknum Kepolisian. Dan ini bukti penegakan hukum terhadap Polisi yang arogan".

KABARRIAU.COM, Pekanbaru - Usai mengikuti Gerak jalan santai dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 64 tahun 2016 yang dilaksanakan di SPN Pekanbaru pada Minggu (16/10/2016) siang, Awak Media menemui Kapolres Meranti AKBP Barliansyah SIK. Saat ditanya kapan jajaran Polres Meranti akan dilaksanakan tes urine terhadap seluruh jajarannya. Ia menjelaskan,"saat ini untuk tes urine di jajaran kami memang belum  dilakukan, karena mengingat situasi di Meranti sendiri pasca kerusuhan masih dalam rangka adaptasi. Selanjutnya beban kami dengan adanya pergantian pejabat lama kepada pejabat yang baru, seperti diketahui bersama Kapolres baru saja menjabat, begitu pula dengan Wakapolres dan jajaran lainnya yang mengalami mutasi dan dengan adanya pejabat baru tersebut kami di jajaran Polres Meranti belum maksimal dalam menjalankan tugas,"papar Barliansyah.

"Mudah-mudahan dengan tenaga baru ini saya dan jajaran disuport untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik,"harap Barliansyah kepada KABARRIAU.COM.

Kapolres menjelaskan,"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, namun tepatnya belum tahu kapan, yang pasti pemeriksaan tes urine untuk jajaran Polres Meranti tetap dilaksanakan tinggal tunggu waktunya saja,"tegas Barliansyah.

Terkait instruksi Kapolri untuk menindak anggota Polri yang melakukan Pungli, Barliansyah menjawab,"Saya sudah sampaikan ke jajaran atas perintah pimpinan terkait masalah Pungli, "kita harus laksanakan perintah dari pimpinan kalaupun masih ada di jajaran kami (Polres Meranti) yang melanggar atas praktek Pungli, silahkan tanggung resiko sendiri, karena sudah dipesan dari pimpinan kita untuk tidak ada lagi Pungli di tubuh Kepolisian".

"Alhamdullliah situasi di Kabupaten Meranti pada saat ini situasi kamtibmas sendiri telah banyak menunjukkan perubahan aman dan kondusif, dengan kondusifnya wilayah di Meranti.

"Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama kita menjaga, karena keamanan ketertiban masyarakat itu mutlak harus ada. Sebab Kalau tidak ada kamtibmas maka semuanya akan terhambat dan berdampak pada roda pemerintahan, perekonomian, kepentingan sosial masyarakat dan investor pun akan terganggu juga, pokoknya sampai detik ini keadaan Kabupaten Meranti Alhamdulliah kondusif", himbaunya.

Ia juga menuturkan,"disamping itu kita juga telah banyak mengadakan silaturahmi kepada seluruh pemuka adat, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten guna lebih mempererat tali silaturahmi di jajaran kami dan kita akan selalu menjaga keharmonisan tersebut,"papar Barliansyah.

Barliansyah berharap,"Jangan ada lagi oknum yang membawa kepentingan antara pribadi dan golongan dan jangan dilakukan hal yang demikian nanti Allah marah, mari kita tunjukkan kebersamaan antara kita dan jangan sampai menimbulkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) sesama manusia,"harap Barliansyah.

Disamping itu ia juga menjelaskan,"Pada beberapa hari yang lalu, Jum'at (14/10/2016), Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Zulkarnain mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Meranti dalam rangka menggelar acara ramah tamah bersama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Meranti sekaligus memberikan paparan dihadapan para jajaran Kepolisian Resort Meranti.

Dalam paparanya Kapolda diacara Commander Wish, Barliansyah mengakatakan ,"Tidak lebih dan kurang adalah 5 perintah dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang disampaikan Kapolda Riau yaitu:

- Pertama, reformasi kultural yang terbagi menjadi dua yaitu penekanan budaya korektif  selanjutnya sosok polisi yang  
  pemanis itu kultural kita.
- Kedua, beliau meminta kepada kita untuk  memberikan pelayanan terbaik khususnya kepada masyarakat.
- Ketiga, profesional dalam penegakan hukum.
- Keempat, sama-sama kita pelihara kamtibmas ini.
- Ke lima, terkait dengan manajemen media bagaimana Polri dapat bekerjasama dengan Wartawan.
 
Sebagaimana diketahui selain bersilatuhrahmi ke Kabupaten Meranti Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Zulkarnain mengakui kedatangan dirinya di Kabupaten Meranti juga karena peristiwa berdarah 25 Agustus 2016 lalu. Dikatakannya,"Ada perasaan bersalah dalam dirinya saat mendapati anggota Polisi melakukan kekerasan.Zulkarnain menegaskan,"Polisi ditakdirkan disamping menegakkan hukum dan kamtibmas juga mengayomi,melindungi, serta menjaga ketentraman masyarakat.

Disamping itu dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Meranti Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Zulkarnain kembali menegaskan,"Semua oknum Polisi yang terlibat dalam kasus Meranti berdarah akan dihukum.

"Saya pastikan kepada yang salah untuk dihukum, dan jika oknum yang terlibat dihukum lebih dari 3 bulan saya pastikan akan dipecat, karena saya tidak akan mentolerir atas kekejaman yang dilakukan oleh oknum Kepolisian. Dan ini bukti penegakan hukum terhadap Polisi yang arogan,"tegas Zulkarnain dihadapan Bupati dan tokoh masyarakat yang hadir.

Mengenai narkoba Zulkarnain mengatakan,"Jika narkoba masuk Riau, maka akan kami sikat. Begitupun juga terhadap anggota yang terlibat memperdagangkan minimal 10 gram akan dihukum berat hingga pemecatan,"tegas Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Zulkarnain.(*)

Laporan : PE Mandri.
Editor    : Robinsar Siburian.
Kategori: Hukum.

BERITA TERKAIT