Air Keruh, PDAM Rutin Lakukan Pembersihan Tangki
Alfian Rachmat: "Pembersihan rutin dilakukan mengingat kondisi air Sungai Indragiri yang semakin keruh oleh kegiatan penambangan emas liar di bagian hulu sungai".
KABARRIAU.COM, Rengat - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indra Rengat saat ini melakukan pembersihan terhadap tangki pada instalasi air bersih di Desa Pasir Kemilu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pembersihan ini dilakukan untuk mengangkat kotoran yang mengendap di dalam tangki, sehingga membuat kapasitas tangki berkurang.
Menurut Direktur PDAM Tirta Indra, Alfian Rachmat pembersihan itu rutin dilakukan mengingat kondisi air Sungai Indragiri yang semakin keruh oleh kegiatan penambangan emas liar di bagian hulu sungai.
"Aktifitas penambangan emas liar di hulu sungai membuat air Sungai Indragiri semakin keruh," kata dia, saat dikonfirmasi wartawan via telepon selular akhir pekan kemarin.
Bahkan, lanjut Alfian, pada kondisi tertentu kekeruhan air Sungai Indragiri melebih ambang batas kewajaran.
"Air keruh yang tersedot meninggalkan kotoran yang mengendap di dalam tangki. Akibatnya kapasitas tangki berkurang dari yang seharusnya, dan bahkan sering kali membuat saluran pipa tersumbat sehingga distribusi air menjadi terhalang. Kondisi tersumbatnya pipa itu pernah terjadi di instalasi pipa PDAM yang berada di wilayah pasiran", sambung Alfian.
"Setelah kita turun melakukan pembersihan, barulah pipa itu bisa dialiri air lagi," ujarnya.
Untuk menghindari kemacetan serupa pada instalasi pipa penyaluran air PDAM, maka pihak PDAM Tirta Indra rutin melakukan pembersihan terutama di tangki penanmpunga.
Alfian berkata pembersihan pada tangki dilakukan setiap hari untuk mengangkat kotoran yang mengendap didalam tangki akibat air keruh yang tersedot ke dalam tangki. Pembersihan ringan dilakukan setiap hari, namun Alfian berkata pada kondisi tertentu pihaknya melakukan pembersihan berat.
"Pembersihan berat kita lakukan biasanya sekali dalam tiga bulan, namun jadwal itu bisa saja berubah oleh karena kondisi tertentu," ujar Alfian.
Pada saat pembersihan berat, distribusi air kita stop sementara sampai pembersihan selesai. Alfian berharap dengan melihat kondisi saat ini, pelanggan PDAM Tirta Indra bisa memaklumi ketika distribusi air terhambat.
Terkait keruhnya air tersebut akibat penambangan emas liar, Alfian berkata pihaknya akan melakukan korodinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhu. Sementara soal keluhan masyarakat, PDAM Tirta Indra membuka pusat pengaduan baik dari nomor telpon maupun media sosial.
"Saat ini kita juga menjalin kerjasama dengan radio di Inhu untuk memberikan informasi kepada para pelanggan PDAM Tirta Indra bila terjadi perawatan," sebutnya.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab Inhu, Moh Bayu Setio Budiono, kepada wartawan menjelaskan, terkait penanganan penambangan emas liar tersebut pihaknya sempat melakukan razia, namun razia yang dilakukan lebih kepada pencegahan pencemaran.
"Berdasarkan pengujian pada tahun 2013 lalu diketahui, bahwa tingkat sedimentasi dan abrasi di Sungai Indragiri tinggi. Oleh karena itu, kita melakukan penertiban terhadap penambangan liar," papar Bayu.
Hanya saja untuk pendindakan ke depannya, Inhu memiliki tim yustisi atau terpadu yang didalamnya terdiri dari sejumlah perangkat. Sehingga penindakan itu lebih dibebankan pada peran tim terpadu.
"Kita saat ini memiliki tim terpadu, jadi untuk penindakan dan penertiban lebih dibebankan kepada tim terpadu,"tutup Bayu.(*)
Liputan : Yuswanto.
Editor : Robinsar Siburian.
Kategori: Lingkungan.

