delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

'Wisata Politik' HM Harris di Pilgub 2018

Pekanbaru, Kabarriau - Bagaimana kekuatan HM Harris, Bupati Kabupaten Pelalawan ini dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau 2018 ini?

Keni Harris, anak dari HM Harris tadi dicoba dikonfirmasi lewat ponselnya tidak ingin menjawab, namun Ia nya membalas konfirmasi lewat Short Message Service (sms) menjawab program kerja HM Harris sebagai pematri seminar Internasional di Universitas Riau (UR)yang akan dilaksanakan tanggal 15 Agustus 2017. Sedangkan sore ini akan melakukan live di TVRI. Tanggal 12 agustus 2017 HM Harris melakukan  Haul Syech Jafar di kampar.

Keni harris sedikit memberi bocoran serangkaian kegiatan HM Harris di bulan Agustus ini. Sementara penetapan siapa kandidat cawagub yang akan menjadi pasangan HM Harris, jika kekuatan parpol dan personal kandidat penantang diasumsikan akan mampu mengimbangi kekuatan pasangan incumbent (petahana) Arsyadjuliandi Rachman yang dikabarkan juga akan maju di Pilgubri ini belum terungkap.

Kemi Harris, anak dari HM Harris yang pada Minggu (6/8/2017) telah menyalurkan bantuan berupa 5000 batu bata dan 20 sak semen untuk pembangunan MDA Nurul Janah dilingkungan RT02 - RW04, Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Tanyan Raya, Pekanbaru itu saat ditanya kebali soal programnya kedepan untuk melakukan bantuan sosial laiinya Ia nya tak bersedia menjawab..

Jika mengkerucut dari jumlah bakal calon Gubernur Riau 2018 kondisi tersebut diyakini akan lebih memudahkan incumbent untuk melakukan pemetaan dan konsolidasi kekuatan politik.

Hal itu  karena jika ada poros baru akan menambah energi untuk membuat kekuatan baru tidak menggerogoti basis pemilih masing masing.

Sementara Pengamat Politik Riau Andi Yusran, dari Universitas Muhammadiyah Riau sebelumnya sudah berpendapat, cara yang tepat dan paling masuk akal untuk memenangkan kontestasi adalah menghadirkan calon Wakil Gubernur yang memiliki kekuatan personal, jaringan politik yang tidak memiliki irisan langsung dengan modal politik yang sudah ada.

Kecenderungan politisi dalam satu bendera parpol/Orpol (kader partai dan pegiat organisasi politik) untuk berbeda dalam memberikan dukungan politik tidak lepas dari dua hal, pertama upaya pro aktif yang dilakukan oleh kandidat bakal calon gubernur dalam mendekati politisi, dan kedua adanya upaya pro aktif dari politisi untuk mendekati bakal calon gubernur.

"Sedangkan upaya dukungan yang nampak secara kasat mata, yang dilakukan saudara, famili atau hubungan sedarah, suka atau tidak, percaya atau tidak ini sebagai bagian dari “Wisata Politik” yang dilakukan oleh politisi," terangnya.

Menurutnya, ini ruang yang paling mungkin dilakukan saat partai politik belum menentukan pilihannya berupa rekomendasi partai untuk mengusung salah satu pasangan calon. Karenanya kedekatan dan dukungan politik menjadi sangat cair dan rentan untuk terjadi dan dilakukan.

Bakal calon gubernur sangat memahami situasi ini, namun demikian upaya upaya untuk memastikan dukungan politik tidak mungkin tidak dilakukan, karena intensitas komunikasi, keseriusan lobby dan partisipasi kandidat dalam kerja kerja politik partai akan menjadi catatan-catatan yang akan disampaikan kepada pimpinan partai di atasnya sebagai bahan pertimbangan menjatuhkan pilihan usungan/dukungan.

Politisi Kembali Ke Barak

Setelah berwisata dan berpetualang selama ini ke berbagai daerah yang ada di Riau dalam upaya untuk memberikan dukungan politik, politisi pada ahirnya akan melakuan kajian dan melakukan kalkulasi politik untuk menentukan sikap ahir kepada siapa dukungan politik akan diberikan.

Pada saat inilah, dukungan politik akan kembali ke titik nol, politisi akan ditarik paksa untuk memasuki “barak” masing masing untuk mengkaji, membaca berbagai kemungkinkan, hitung untung rugi memberikan dukungan politik.

Sejatinya parpol akan menimbang kepada siapa dukungan politik akan diberikan bersandar pada beberpa hal, terkait konstitusi dan platform partai, Dalam Pilkada masih mungkin ada partai politik yang cenderung cari aman dan akan berdiri di pasangan calon yang paling berpeluang untuk memenangkan kontestasi dengan tetap mendesakan berbagai tawaran politik sebagai upaya rasional untuk tetap berada pada posisi saling menguntungkan, bahkan masih mungkin ada partai politik yang dengan caranya memberikan dukungan formal dan informal kepada kandidat sesuai dengan strategi dan taktik partai politik.

Proses membangun opini yang dilakukan HM Harris dengan menggunakan saudara, famili maupun anak sedarah merupakan langkah politik yang lahir dari kepentingan politik dengan tujuan untuk memecah peta kekuatan kandidat lainnya, kata H darmawi Aris SE, Ketua Lembaga Melayu Riau (LMR) menyikapi, tadi ditanya, Senin (7/8/2017)

"Pada umumnya strong voter banyak dimiliki incumbent. Bukan dari seberapa banyak kekuatan partai politik yang mendukungnya, karena terbukti dari beberapa pilkada, kekuatan partai politik tidak selalu linier dengan megguatnya dukungan pemilih," terang Darmawi.

Sebagai incumbent tentu Iing tidak mau kontestasi pilkada terlalu sulit untuk dimenangkan, pilihan untuk melanjutkan pasangan menjadi lebih rasional untuk diambil, terlepas dari upaya mengkapitalisas berbagai tim sukses yang dibentuk dari parpol pengusung.

Sepertinya HM Harris memiliki keunggulan kompetitif secara jaringan dan personality.Dia membentuk kekuatan dengan segala potensinya, sehingga bakal calon gubernur itu dengan segala potensinya akan mendekatkan pada peluang kemenangan yang sama besar dengan peluang pasangan petahana. (s/***) 

BERITA TERKAIT