Kebudayaan Indonesia di Portugal
Okeline, Entertainment - Kedutaan Besar RI (KBRI) Lisabon berpartisipasi dalam Festival de Setembro 2017 diadakan di Camara Municipal de Ourem di Vila Medieval de Ourem, kompleks bangunan kastil bersejarah di kota Ourem.
Andre Nurvily, Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Lisabon, mengungkapkan, Indonesia diundang sebagai negara tamu di acara multikultural yang juga diikuti Malaysia, Timor Leste dan India, katanya dimuat koranjakarta.com .
KBRI Lisabon mendapatkan lokasi di area Kastil Ourem di Praga Dragao (alun-alun) yang ditata sebagai pusat promosi kebudayaan dan pariwisata Indonesia. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan dimeriahkan dengan pertunjukan tari dihadiri sekitarseribu pengunjung selama tiga hari.
Kuliner tradisional Indonesia dan pertunjukan tari Serampang 12, alunan musik dan gerakan tari mirip dengan musik dan tari tradisional Portugal dari daerah Ribatejo, yaitu dansa fandango dipertontonkan. Tari Dindin Badindin dan Randai, tari Dindin Badindin diperuntukan bagi anak-anak, serta tari Randai diperuntukan bagi remaja. Begitu halnya konser musik fado oleh penyanyi fado asal Ourem, Ana Lains diselenggarakan
Peragaan busana batik karya perancang kenamaan Indonesia, Novita Yunus dari Batik Chic yang menampilkan koleksi terbarunya bertema Batik Jambi dan Eco Fashion Bumi Langit berhasil memukau warga Italia di Reggio Emilia.eragaan busana batik karya perancang kenamaan Indonesia, Novita Yunus dari Batik Chic yang menampilkan koleksi terbarunya bertema Batik Jambi dan Eco Fashion Bumi Langit berhasil memukau warga Italia di Reggio Emilia.
Peragaan itu mengundang decak kagum dan tepuk tangan yang menggema di kantor Walikota San Polo DEnza di Provinsi Reggio Emilia, Italia. “Beberapa ruangan di kantor Wali kota yang berada dalam kastil abad pertengahan ini disulap menjadi catwalk untuk peragaan busana Indonesia malam itu,” ungkap Charles F. Hutapea, Counsellor Pensosbud KBRI Roma.
Sekitar 400 pengunjung antusias datang dari berbagai penjuru kota tua ini, maupun dari kota-kota lainnya. Sebagian harus rela berdiri menonton pertunjukan dari layar yang dipasang di halaman kastil, sekalipun di tengah dinginnya malam di masa menjelang musim gugur.
Acara dibuka Wali Kota San Polo DEnza, Mirca Carletti, yang menyatakan kegembiraannya atas kehadiran Dubes RI untuk Italia, Esti Andayani membawa misi budaya melalui peragaan busana batik. Ia kagum akan keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia.
Dubes Esti mengharapkan peragaan busana batik sebagai warisan budaya Indonesia yang dapat dipakai di berbagai kesempatan semakin dikenal dan memperluas pemahaman masyarakat mengenai Indonesia.
Ia meyakini melalui promosi ini masyarakat Italia makin tertarik berkunjung maupun berbisnis dengan Indonesia. Selain peragaan busana batik, penari Ade Dyah dari Milan menampilkan tarian Kebyar Serimpi dan Kuda-kuda dari Yogyakarta.
Acara ini terselenggara berkat kerja sama WNI yang tinggal di Kota San Polo DEnza, Eny Sariyati Thalib dan penata rambut Italia, Alberto Solimei. Para model adalah remaja setempat yang sebagian besar model profesional, tampil cantik dan memukau hadirin dan berhasil membawakan koleksi busana yang terlihat etnik dan dapat digunakan dalam keseharian. (kbr.sul/*)

