delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya


Newchic Women Tops

Delapan Tersangka Jaringan Malaysia Ditangkap, 4 Kg Sabu Disita

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol H Nandang Mumin Wijaya saat menyampaikan keterangan pers, Rabu (13/1/2021).

PEKANBARU,delikreportase.com-  Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menangkap 8 tersangka pengedar dan kurir Narkotika jaringan Malaysia beserta barang bukti 4 kilogram sabu.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya didampingi Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Ryan Fajri, SIK, mengatakan  awalnya para tersangka ditangkap dari pengembangan informasi petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang menemukan 4 paket sabu seberat 2019 Gram.

Sabu tersebut hendak dibawa ke Jakarta lewat jalur udara. Kedelapan tersangka jaringan Narkoba Malaysia itu, yakni berinisial Mah alias Udin, MO alias Ori, MW alias Karni, AF alias Fiza, MI alias Ilyas alias Amat, Hen alias Hendri, IW alias Iwan dan IF alias Endik.

"Dari tangan mereka berhasil disita barang bukti sabu seberat kurang lebih empat kilogram atas pengembangan tim," kata Kapolresta Pekanbaru saat konferensi pers dihadiri Petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Setia Susanto di Kantor Polresta Pekanbaru,  Rabu (13/1/2021).

Sebelumnya, ungkap Kapolresta, petugas Kepolisian mendapat informasi, petugas Avsec Bandara SSK II Pekanbaru menangkap tersangka, Mah alias Udin beserta barang bukti sabu seberat 2019 Gram, Kamis (7/1/2021) siang.

Setelah itu, Tim Satres Narkoba Polresta melakukan pengembangan  dan berhasil menangkap tersangka inisial MW alias Karni di Kamar 214 Hotel Parma, Panam Pekanbaru.

"Ketika dilakukan penggeledahan, didapatkan narkotika jenis sabu seberat 1822,2 gram dari tersangka MW alias Karni dan tersangka MO alias Ori saat berada di Kamar 212 Hotel Parma Panam," ujar Kapolresta.

Berdasarkan pengakuan tersangka MW alias Karni kepada petugas, ia bersama tersangka Mah alias Udin, MO alias Ori, AF alias Fiza, telah membagi sabu menjadi 8 paket yang dibungkus  kemasan Teh Cina di salah satu hotel di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. 

"Empat paket sabu diberikan kepada tersangka Mah alias Udin kurir, untuk tersangka MO alias Ori diberikan dua paket sabu dan sisanya sebanyak dua paket berada ditangannya," ulas Kapolresta.

Atas pengakuan tersangka MW alias Karni kepada petugas, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru melakukan pengembangan terhadap tersangka AF alias Fiza hingga ke Kota Dumai.

"Dari pengakuan Karni, ia telah menyerahkan sebanyak dua paket sabu kepada tersangka AF alias Fiza, yang saat itu diketahui tersangka AF sudah berada di Dumai," ulas Kapolresta. 

Mendapat informasi tersebut, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru menuju Dumai untuk melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka AF. Dari keterangan tersangka AF alias Riza, narkotika jenis sabu, ia terima dari tersangka MI alias Ilyas.

Selanjutnya, dilakukan pengejaran  terhadap tersangka MI alias Ilyas di Dumai dengan barang bukti Narkotika jenis sabu seberat 207,7 Gram yang disembunyikan di dalam tanah di Garase rumahnya. 

Menurut keterangan MI, sabu diterima dari tersangka Hen alias Hendri di Tanjung Medang atas suruhan tersangka AF alias Fiza.

Kemudian tim bergerak cepat melakukan pengejaran, sehingga berhasil mengamankan 3 tersangka lainnya, yakni berinisial Hen alias Hendri, IW alias Iwan dan IF alias Endik saat berada di salah satu hotel di Kota Dumai.

Dari pengakuan tersangka Iwan kepada petugas, ia bersama IF alias Endik, barang haram tersebut diperoleh dari Selangor, Malaysia. Sabu tersebut dijemputnya melalui jalur perairan dengan menggunakan kapal speedboat atas suruhan inisial Ane dan Tambi jaringan Narkoba asal Malaysia. 

Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru juga menyita barang bukti berupa 8 paket narkotika jenis sabu dengan berat bersih 3,8 kilogram, tiga paket narkotika jenis sabu 200 gram bersama satu unit speed boat dan tiga unit sepeda motor dari delapan tersangka yang diduga sindikat jaringan Narkoba Malaysia.  

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 1 13 Jo 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20  tahun. ***