delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya


Newchic Women Tops

Jadi Narasumber FGD

Kapolresta Pekanbaru Ajak Perkokoh Kerukunan Antar Umat Agama

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol H Nandang Mumin Wijaya menjadi narasumber FGD di Gedung IKMI Riau, Rabu (13/1/2021).

PEKANBARU,delikreportase.com- Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol H Nandang Mu'min Wijaya menjadi narasumber Focus Discussion Group (FGD) di Gedung Muballigh Center (GMC) IKMI Riau, Jalan Todak, Gang Udang Putih, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (13/1/2021).

Di tengah tokoh masyarakat yang hadir, Kapolresta Pekanbaru mengajak agar lebih aktif mendukung TNI-Polri menjaga kondusifitas Kamtibmas dan memperkokoh kerukunan antar umat di Kota Pekanbaru.

Turut hadir dalam FGD tersebut, Wali Kota Pekanbaru, H Firdaus, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Kota Pekanbaru, DR H Ismardi Ilyas, Sekretaris FKUB Kota Pekanbaru, DRS. H Dahlan Jamil MA, para tokoh-tokoh lintas agama Kota Pekanbaru dan tamu undangan lainnya.

Dikatakan Kapolresta, menjaga kondusifitas sosial di tengah-tengah masyarakat, bukan saja tugas atau peran pemerintah dan TNI-Polri, akan tetapi perlu peran tokoh masyarakat, pemuka agama dan adat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Karena itu, Kapolresta Pekanbaru terus mengajak, tokoh agama, masyarakat dan adat saling bersinergi melakukan penguatan untuk memperkokoh keberlangsungan umat beragama, saling memilihara kebersamaan dan menerima perbedaan yang selama ini sudah terjalin untuk dirajut bersatu dalam rangkaian Bhineka Tunggal Ika.

"Jika kita sudah terpecah belah, apa untungnya bagi kita dan bangsa negara. Justru keberlangsungan hidup di negara semakin rumit dan kacau, sehingga konflik sosial yang terjadi tak berkesudahan yang dapat mengacam keamanan masyarakat dan menghambat pembangunan di negeri ini," ujar Kapolresta.

Dampak perkembangan era globalisasi saat ini, bisa mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat yang sudah baik dan terjalin selama ini. Jika pemangku kepentingan, termasuk peran tokoh masyarakat, agama dan adat tidak melakukan penyaringan dengan baik, dampak negatif akan timbul yang dapat mengancam sistem keamanan.

Menurutnya, melalui diskusi forum yang bertemakan upaya memperkokoh kerukunan umat beragama di Kota Pekanbaru ini, bersama para tokoh lintas agama, dapat mengingatkan masyarakat agar lebih memperkokoh  toleransi antar umat beragama.

"Karena bagaimana pun, kita hidup selalu berdampingan dengan umat agama lainnya, serta tetap menghormati perbedaan dan toleransi antar umat beragama yang ada di Pekanbaru," ucapnya.

Selain itu, ujar Kapolresta, para tokoh lintas agama diminta agar menolak dan mengecam adanya upaya intoleran dari oknum-oknum tak bertanggungjawab yang dapat memecah belah dan mempengaruhi umat melakukan tindakan intoleran.

"Antar umat beragama saat ini harus saling bekerja sama dan mendukung segala aspek kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat untuk bersatu padu mendukung pembangunan Pekanbaru, secara damai, kompak dengan kondusif dan mencegah upaya adanya tindakan radikal dan kelompok intoleran," papar Kapolresta Pekanbaru.

Terakhir, Kapolresta menekankan agar para tokoh lintas agama menjadi garda terdepan menjadi motivator dalam membangun toleransi antar umat bergama dan menolak faham radikalisme serta intoleran.

"Tokoh lintas agama bisa menjadi garda terdepan mempersatukan kerukunan umat beragama dan menjalin kebersamaan," pungkas Kapolresta.

Dari pantauan di lapangan, acara FGD berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.***