Adira Terapkan Sangsi Buka Baju Dihadapan Ratusan Karyawan
Diberhentikan dengan istilah buka baju diperusahaan karna tak tercapai target sudah biasa, namun buka baju dihadapan puluhan karyawan karna tak capai target yang dibebankan perusahaan, ini baru luar biasa.
Hal ini terjadi di PT. Adira cabang mobil di jalan Tuanku Tambusai no. 8 komplek, Central Nangka Mas blok, B-1 Kampung Melayu Sukajadi Pekanbaru, Riau.
"Di perusahaan ini setiap karyawan Adira, yang tidak mencapai target harus buka baju, dihadapan puluhan karyawan lainya," ujar salah seorang karyawannya, yang enggan disebutkan namanya.
Dikatakan sumber ini, Kebijakan yang memalukan karyawan ini diambil oleh kepala cabang adira mobil Pekanbaru, Iwan Chandra, untuk meyakinkan atasannya di jakarta bahwasanya kebijakan ini bertujuan memacu karyawan mengejar target yang menghasilkan keuntungan untuk perusahaan Lesing itu.
"Untuk meyakinkan bawahannya iwan juga mengambil kebijakan yang sama beliau juga buka baju dihadaan karyawan lainnya, senin (15/10) ketika doa pagi bersama," terangnya.
Menurut ketua harian Ikatan Pemuda Karya, Robet, kebijakan seperti ini dinilainya melanggar hak azazi manusia, namun di yang mengherankan kenapa kebijakan perusahaan bisa menghalalkan cara-cara yang tak pernah di lakukan perusahaan di Indonesia. Menurutnya kejadian ini mirip waktu zaman penjajahan Belanda.
"Ini sudah seperti zaman penjajahan belanda dahulu," Kata Robet Geram.
Robet berharap kepada pemerintah untuk meninjau perusahaan yang bergerak dalam lesing kendaraan ini, agar penjajahan tidak tumbuh kembang kembali, di daerah yang sudah lama merdeka ini.
Ketika dikompirmasi kepada pelaku kebijakan aneh ini, yaitu kepala cabang Adira, Pekanbaru, Iwan Chandra, beliau mengaku kaget, dan berkelit, menepis kebijakan ini, yang mengherankan sudah ada pihak yang mengingatkan namun kejadian ini tetap berlangsung.***/KR
Hal ini terjadi di PT. Adira cabang mobil di jalan Tuanku Tambusai no. 8 komplek, Central Nangka Mas blok, B-1 Kampung Melayu Sukajadi Pekanbaru, Riau.
"Di perusahaan ini setiap karyawan Adira, yang tidak mencapai target harus buka baju, dihadapan puluhan karyawan lainya," ujar salah seorang karyawannya, yang enggan disebutkan namanya.
Dikatakan sumber ini, Kebijakan yang memalukan karyawan ini diambil oleh kepala cabang adira mobil Pekanbaru, Iwan Chandra, untuk meyakinkan atasannya di jakarta bahwasanya kebijakan ini bertujuan memacu karyawan mengejar target yang menghasilkan keuntungan untuk perusahaan Lesing itu.
"Untuk meyakinkan bawahannya iwan juga mengambil kebijakan yang sama beliau juga buka baju dihadaan karyawan lainnya, senin (15/10) ketika doa pagi bersama," terangnya.
Menurut ketua harian Ikatan Pemuda Karya, Robet, kebijakan seperti ini dinilainya melanggar hak azazi manusia, namun di yang mengherankan kenapa kebijakan perusahaan bisa menghalalkan cara-cara yang tak pernah di lakukan perusahaan di Indonesia. Menurutnya kejadian ini mirip waktu zaman penjajahan Belanda.
"Ini sudah seperti zaman penjajahan belanda dahulu," Kata Robet Geram.
Robet berharap kepada pemerintah untuk meninjau perusahaan yang bergerak dalam lesing kendaraan ini, agar penjajahan tidak tumbuh kembang kembali, di daerah yang sudah lama merdeka ini.
Ketika dikompirmasi kepada pelaku kebijakan aneh ini, yaitu kepala cabang Adira, Pekanbaru, Iwan Chandra, beliau mengaku kaget, dan berkelit, menepis kebijakan ini, yang mengherankan sudah ada pihak yang mengingatkan namun kejadian ini tetap berlangsung.***/KR

