delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Penyebab Utama Gajah Mati Karna Hutan Terus Dibabat

Ketiga ekor bangkai gajah yang mati di kilo 89 jalan koridor Basrah PT RAPP, kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo dekat, perbatasan Kabupaten Pelalawan dan Kuansing, ditemukan mati berpencar, ketiganya mati dalam kebun akasia RAPP dam ketiganya berkelamin betina.

Ketiga Gajah malang ini, mati berpencar jarak 300 meter, diduga gajah ini mati kelaparan karna hutan di sekitar lokasi tersebut sudah kritis, Ketua Laskar merah Putih Pelalawan, Zainuddin menyayangkan hal ini, pasalnya gajah ini diduga kelaparan dan memasuki kebun untuk mencari makan tanaman penduduk yang sudah terbubuhi racun.

"Gajah ini diduga mati kelaparan, saya bilang seperti itu karna tidak ada bahan makanan lagi, karna hutan sudah gundul, jadi gajah ini memakan tanaman warga yang sudah diracuni," Ujarnya,

Dari data yang dikumpulkan di lapangan, diduga gajah ini mati mengkonsumsi makanan yang mengandung racun. Umumnya dari pengalaman warga di lapangan, gajah suka memakan bagian pucuk tanaman kelapa sawit, karena makanan lain tak banyak tersedia di habitatnya pasalnya hutannya mulai menyempit, karena kawasan kebun sawit, akasia.

Nasib Gajah Menuju Kepunahan

Nasib gajah Sumatera tahun 2012 tidak menjadi lebih baik, tahun 2012 padahal tahun 2011 lembaga konservasi internasional IUCN telah meningkatkan status keterancaman satwa ini dari genting menjadi kritis yang berarti satu langkah menuju kepunahan.

Hal ini terjadi Lemahnya penegakan hukum terhadap kematian gajah, hingga kini baru satu kasus kematian gajah-gajah itu diproses yakni kematian gajah di Taman Nasional Tesso Nilo yang terjadi pada 31 Mei 2012 lalu.

Banyak kalangan yang menyayangkan gajah-gajah di Tesso Nilo terus mengalami kematian, kehilangan habitat alami di Tesso Nilo karena perambahan hutan alamtersu dilakukan ini adalah salah satu penyebab rangkaian kematian gajah-gajah tersebut. Oleh karena itu penanganan perambahan hutan menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan guna menekan angka kematian gajah tersebut," Tegas Ketua Laskar Merah Putih, Zainuddin, Minggu (11/11/12)/

Zainuddin mengatakan penegakan hukum terhadap kematian gajah-gajah tersebut harus pula dilakukan agar dapat membuat efek jera agar tidak lagi terjadi pembunuhan terhadap gajah-gajah.

Sementara menurut catatan WWF jelang Oktober 2012 terjadi kasus 91 ekor gajah mati di Riau yang sebagian besar disebabkan karena konflik dan perburuan. Dari angka tersebut hanya satu kasus yang diproses secara hukum yakni kematian gajah karena perburuan di Rokan Hulu pada Agustus 2005.  

Zainuddin berharap Penegakan hukum terhadap kematian gajah harus diintensifkan untuk menekan kematian gajah di Riau, juga Pemerintah dapat mengambil langkah nyata dan segera untuk perlindungan habitat gajah yang semakin mendesak, Karna menuju kepunahan.(KR)