Dino Minta Wako Bukittinggi Usulkan Monumen Romusha
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal mengusulkan kepada Walikota Bukittinggi Ismet Amzis untuk membangun monumen romusha di sekitar Goa Jepang di Bukittinggi Sumatera Barat, guna mengenang pengorbanan luar biasa para romusha.
"Monumen tersebut berdiri untuk mengenang ratusan ribu romusha yang meninggal sebagai pahlawan," kata Dino di kediaman walikota Bukittinggi, Kamis malam (27/2).
Menurut Dino, para romusha atau pekerja paksa pada jaman penjajahan Jepang, selain untuk membangun goa Jepang, juga dibawa dan dipekerjakan secara paksa oleh tentara Jepang untuk membangun rel kereta api yang menghubungkan Sumatera bagian selatan hingga ke Riau.
Salah satu kakek Dino sendiri di kampung Ampang Gadang dipaksa menjadi romusha dan setelah itu tidak pernah terdengar lagi kabarnya, meninggalkan 2 anak.
"Semua romusha mengalami nasib yang sama, hilang tak berbekas dan jenazah mereka tidak pernah diketahui dimana kuburnya," tutur Dino.
Patung romusha yang akan dibangun, katanya, diproyeksikan untuk mengganti patung tentara Jepang yang sekarang masih berdiri.
Menurut Dino, keberadaan patung tentara Jepang itu janggal sekali. Seharusnya, yang dikenang dalam bentuk monumen, kata Dino, adalah romusha bangsa sendiri yang menjadi korban, bukan tentara Jepang.
"Atau ada alternatif lain. Patung tentara Jepang tetap berdiri dan di sebelahnya dibangun patung romusha yang lebih besar dan lebih bagus dari patung tentara Jepang," tutur peserta konvensi Capres Partai Demokrat ini.
Dino sendiri bersedia mencarikan pematung dengan standar internasional, selain menggalang dukungan untuk membangun patung romusha.
Menurut Dino, langkah pembangunan patung romusha sama sekali tidak terkait tentang persoalan anti asing, tetapi bagian dati usahanya untuk mengoreksi sejarah.
"Kita mempunyai hutang sejarah yang belum kita lunasi untuk mengakui dan menghargai pengorbanan dan penderitaan ratusan ribu romusha bangsa sendiri. Ini juga penting bagi keluarga yang mereka tinggalkan yang selama ini hidup tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada ayah atau kakak mereka," jelas Dino.
Walikota bukittinggi Ismet Amzis sendiri mengatakan sangat setuju berdirinya patung romusha.**rls

