Wall Street Melemah Pengaruhi Pasar Saham Asia
Pasar saham Asia bergerak lebih rendah pada awal perdagangan Jumat 28 Maret 2014 mengikuti pemelamahan indeks saham utama Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat dan investor menunggu dirilisnya data ekonomi Jepang.
Seperti diberita_okekan CNBC, indeks S&P ASX 200 sebagai acuan pasar saham Australia pagi ini sedikit melemah.
Perdagangan bursa berjangka Jepang juga menunjukkan pelemahan. Nikkei berjangka di Osaka diperdagangkan di level 14.550 atau turun 0,6 persen, sedangkan Nikkei berjangka di Chicago diperdagangkan di level 14.560, keduanya 0,4 persen di bawah dari penutupan indeks acuan bursa Jepang, Nikkei.
Indeks saham utama Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu New York. Setelah sebelumnya sempat jatuh 77 poin, indeks Dow Jones Industrial Average turun 4,76 poin ke level 16.264,23. Saham blue chip Exxon Mobil menjadi satu diantara 16 komponen yang menguat dari 30 komponen utama indeks Dow Jones.
Indeks S & P 500 melemah 3,52 poin (0,2 persen) ke level 1.849,04 dengan sektor keuangan paling terpukul dari 10 sektor utama indeks itu. Sementara indeks Nasdaq juga merosot 22,35 poin (0,5 persen) ke level 4.151,23.
Departemen Perdagangan AS melaporkan produk domestik bruto pada Oktober hingga Desember tahun lalu tumbuh 2,6 persen, tetapi kurang dari yang diperkirakan para ekonom sebelumnya.
Secara terpisah Departemen Tenaga Kerja melaporkan penurunan klaim tunjangan pengangguran sebesar 10.000 menjadi 311.000 atau tingkat terendah dalam empat bulan terakhir.
National Association of Realtors merilis data kontrak pembelian rumah pada Februari turun 10,5 persen yang memperpanjang pelemahan dalam 8 bulan terakhir.
Investor Asia diperkirakan akan memfokuskan pada data inflasi harga produk konsumer, pengeluaran rumah tangga, pengangguran, dan penjualan ritel Jepang pada Februari yang akan dirilis menjelang pasar dibuka.
Investor akan mengamati data itu dengan seksama untuk melihat apakah ekonomi Jepang cukup kuat untuk menahan kenaikan pajak penjualan yang akan dimulai pekan depan. [ndn]

