delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Ungkap Kasus Korupsi Annas Maamun, KPK geledah kantor PT DPN di Pekanbaru

Okeline, Pekanbaru - KPK baru-baru ini telah melakukan penggeledahan di PT Duta Palma Nusantara (PT-DPN) di Jalan M Jamil Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Penyidik KPK serius membongkar sejumlah dokumen di kantor tersebut.

"Ada dua mobil (KPK) yang masuk, tapi saya tak tahu persis berapa jumlah orang KPK itu," ujar salah seorang petugas keamanan PT DPN, Senin (20/10).

Dari pradugaan, penggeledahan di PT-DPN itu terkait korupsi Gubernur Riau Annas Maamun dalam hubungannya dengan Alih fungsi lahan di Kabupaten Kuansing.

Hasil Pantauan dan Informasi yang dihimpun, kedatangan KPK itu memeriksa sejumlah manajer terkait aliran dan pengeluaran dana. Bahkan, tak hanya berkas, beberapa komputer yang ada juga diperiksa oleh penyidik KPK.

"Iya, mencari jejak pengeluaran dana dari perusahaan. Ini terkait kasus Annas," kata sumber yang tak mau menyebutkan namanya tersebut.

Sumber itu menerangkan, Perusahaan milik Surya Darmadi itu memiliki sejumlah anak perusahaan di beberapa daerah di Riau, di antaranya; PT Duta Palma Nusantara, PT Wana Jingga Timur, PT Kencana Amal Tani, PT Johan Sentosa, PT Eluan Mahkota, PT Cerenti Subur, PT Bertuah Aneka Yasa, dan PT Banyu Bening Utama.

Sementara di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) PT-DPN ini memiliki rekam jejak yang bermasalah dengan Pemda setempat dalam beroperasi. Perusahaan di bawah pimpinan Surya Darmadi ini diduga melakukan perambahan hutan kawasan tanpa izin.

Bahkan baru-baru ini, Bupati Kuansing Sukarmis sudah sering mengeluhkan sikap tidak kooperatif perusahaan terhadap kepentingan pembangunan daerahnya. Namun, hal itu tak diindahkan karena kekuatan pemiliknya yang disinyalir berhubungan dekat dengan pemerintahan pusat di Jakarta.
 

Akhirnya, kemarahan warga dari empat kenegerian di Kuansing menyerbu dan menyerang basis operasi PT-DPN di Kuansing. Ratusan warga yang awalnya menggelar aksi damai di Kantor PT-DPN Estate pada Kamis (28/08/2014) lalu berujung anarkis.

Akibatnya, sejumlah fasilitas perusahaan rusak. Dan PT-DPN mengalami kerugian cukup besar. Warga akhirnya dilaporkan ke Polda Riau dan ke Polres Kampar.

Sumber  Okeline menyebutkan, sebelum kejadian itu, dikabarkan perwakilan PT -DPN sering melobi Gubernur Riau Annas Maamun. Kuat dugaan, penggeledahan ini erat kaitannya dengan tertangkapnya Annas Maamun, katanya (tun).

BERITA TERKAIT