delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

DAS Indragiri Terendam Sejumlah Jalan Penghubung Desa Terputus

Sedikitnya lima kecamatan yang berada di sepanjang DAS Indragiri telah terendam banjir sejak dua hari terakhir.

Okeline, Rengat - Ketinggian air Sungai Indragiri terus mengalami peningkatan sejak beberapa hari ini. Hal ini menyebabkan sejumlah desa yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri telah terendam banjir. Sehingga ratusan warga mengungsi ke rumah sanak keluarga dan sejumlah jalan penghubung antar desa terputus.

Hal ini telah terjadi di Kecamatan Rengat Barat. Ada lima kecamatan yang berada di sepanjang DAS Indragiri telah terendam banjir sejak dua hari terakhir. Dan akses jalan penghubung antara Desa Redang ke Desa Danau Baru terputus dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

“Sejak Kamis kemarin air Sungai Indragiri terus meningkat hingga menyebabkan jalan dan rumah warga terendam banjir. Bahkan, sebagian besar warga yang rumahnya telah terendam memilih mengungsi ke rumah sanak keluarga yang lain,” ujar Muhammad Kamil, warga Rengat, Minggu (23/11).

Selain merendam rumah dan areal pertanian warga, banjir yang melanda Desa Redang juga menyebabkan aktivitas belajar mengajar di SDN 006 Redang terpaksa diliburkan. Sebab ruang kelas sudah terendam banjir hingga kedalaman 1 meter.

“Untuk hewan ternak, warga memilih mengungsikannya ke wilayah seberang Desa Redang yang saat ini belum terendam banjir karena posisinya lebih tinggi,” tutur Kamil.

Ditambahkannya, jika curah hujan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari kedepan, diperkirakan banjir akan semakin meningkat. Apalagi di bagian hulu banjir sudah berangsur-angsur surut sehingga air Sungai Indragiri saat ini melimpah ke arah hilir.

“Memang sebagian besar warga sudah cukup terbiasa dengan musibah banjir karena hampir tiap tahun selalu melanda Desa Redang. Hanya saja, kami berharap dampak banjir dapat segera diantisipasi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar diwarga,” ucapnya.

Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Bencana Daerah Kabupayen Inhu, terdapat tujuh kecamatan yang terendam banjir, diantaranya Seberida, Kelayang, Sungai Lala, Lubuk Batu Jaya, Batang Cenaku, Pasir Penyu dan Rengat Barat. Dari tujuh kecamatan tersebut, banjir menyebabkan 798 kepala keluarga mengungsi.

Bahkan ketinggian air Sungai Indragiri pada Jumat (21/11) mencapai 6,68 meter meningkat dari Kamis (20/11) yang hanya 6,64 meter. Peningkatan ketinggian air Sungai Indragiri tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.

Sementara itu, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disosnakertrans) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) telah menyalurkan bantuan beras kepada warga yang mengalami musibah banjir sebanyak 22 ton hingga Jumat (21/11). Bantaun tersebut disalurkan di 6 kecamatan.

“Berdasarkan data yang disampaikan pihak kecamatan di 6 wilayah kecamatan, telah disalurkan bantuan beras sebanyak 22 ton. Dari 22 ton tersebut, diantaranya 2 ton beras bersumber dari Pemerintah Provinsi Riau,” ujar Kadissosnakertrans Drs Kuwatwidiyanto melalui Kabid Bantuan Sosial (Bansos) Dra Yunita Erni, Minggu (23/11).

Menurutnya, bantuan beras itu disampaikan di Kecamatan Seberida sebanyak 6,5 ton, Kecamatan Sungai Lala sebanyak 4 ton dan Kecamatan Kelayang sebanyak 3 ton pada Rabu (19/11) lalu. Kemudian di Kecamatan Batang Cenaku sebanyak 3 ton pada Kamis (20/11) kemaren dan di Kecamatan Pasir Penyu sebanyak 2 ton serta di Kecamatan Rakit Kulim sebanyak 3 ton pada Jum’at (21/11).

Bantuan beras yang diserahkan berdasarkan jumlah jiwa yakni sebanyak 0,4 kilogram per jiwa selama 3 hari. Beras bantuan tersebut bersumber dari beras cadangan pemerintah (BCP) yang dititipkan di Bulog.

“Untuk tahun 2014 ini ada sebanyak 100 ton BCP yang dititipkan di Bulog,” ungkapnya.

Untuk penyaluran bantuan beras kepada korban banjir di sejumlah kecamatan lainnya, sejauh ini belum dapat disalurkan. Hal itu disebabkan, belum adanya data korban banjir yang di sampaikan oleh pihak kecamatan terkait. Katanya, banjir sama juga di alami oleh warga di Kecamatan Rengat Barat, Kecamatan Rengat, Kecamatan Kuala Cenaku dan Kecamatan Lirik.

“Ada beberarap warga yang sudah menghubungi langsung ke Kantor Dissosnakertrans yang menanyakan tentang bantuan banjir tersebut. Namun bantuan beras belum dapat disalurkan, akibat belum ada data lengkap dari pihak kecamatan,” kata dia.

Lebih jauh disampaikannya, bantuan untuk korban sejauh ini baru dalam bentuk beras. Hal itu mengacu kepada ketersediaan anggaran.

“Untuk itu, hendaknya ada pihak ketiga yang ikut serta peduli menyalurkan bantuan untuk korban banjir,” harapnya. (wa/rs)

BERITA TERKAIT