delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Kapal Penangkap Ikan Asing di Perairan Indonesia Menurun Drastis

Dihitung dari kerugian  pencurian  ikan oleh  kapal asing  kata  Susi  mencapai  25 miliar dollar Amerika dengan  rincian  bila satu kapal  asing  per tahun  melaut selama  delapan  bulan hasilnya akan mencapai  600  hingga  800 ton. Bila ikan yang ditangkap jenis tongkol  dengan  harga per kilonya Rp 12.000, bias dikalikan  600 ton, jadi berapa  kerugiannya.

 

Kabarrriau.com, Jakarta –Eksekusi Penenggelaman Kapal  asing  mulai  berdampak. Bila  minggu lalu  kapal  penangkap ikan asing  yang  beroperasi di perairan Indonesia bisa mencapai  900  kapal, namun  jumlah ini  dari hasilpantau satelit  menurun drastis jumlahnya.

Menurut penuturan  Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP)  Susi Pudjiastuti  dihadapan Mahasiswa  Program  Magister Manajemen  Universitas Indonesia  yang digelar  bersama Tanoto Enterpreneurship dengan  topik  “ Berbagi Pengalaman  Sukses  Kepada Mahasiswa  Program MM UI di Gedung Cyber 2, Jakarta, Jumat (5/12/2014)   jumlah  kapal  penangkap ikan  asing  terlihat  hanya  100 kapal  (jumat  5/12/2014).

Kapal  penangkap ikan yang dimusnahkan tergolong dari berbagai macam ukuran bahkan  minggu depan satu lagi kapal berbobot 300  gross ton (GT)  bakal ditenggelamkan di Batam. “ Upaya ini dilakukan agar mereka  pemain atau  pelaku  menjadi jera  melakukan aksinya di territorial Indonesia .”

Sewaktu ditanyakan apakah nantinya kapal yang tertangkap semuanya akan ditenggelamkan?. Menurut Susi  tidak semuanya akan ditenggelamkan , karena  nantinya kapal-kapal asing yang berhasil ditangkap akan diberikan  kepada nelayan  untuk dapat digunakan mencari nafkah.

Dihitung dari kerugian  pencurian  ikan oleh  kapal asing  kata  Susi  mencapai  25 miliar dollar Amerika dengan  rincian  bila satu kapal  asing  per tahun  melaut selama  delapan  bulan hasilnya akan mencapai  600  hingga  800 ton. Bila ikan yang ditangkap jenis tongkol  dengan  harga per kilonya Rp 12.000, bias dikalikan  600 ton, jadi berapa  kerugiannya.

Diutarakan Susi  hampir selama 10 tahun  terakhir industri perikanan Indonesia  seperti   cold storage  dan pengepakan ikan  hancur satu  per satu karena tidak adanya  bahan baku, karena saking banyaknya kapal asing  yang  menangkap  ikan di Indonesia.(*)

BERITA TERKAIT