Jelang Eksekusi:
Kawasan Pelabuhan Wijaya Pura berlakukan aturan ketat.
Jangan lama-lama ada di sini mas, nanti diomelin penjaga pelabuhan. Kami juga warga setempat sudah diperkenankan enggak bisa masuk dulu area pelabuhan,
Okeline, Jawa Tengah - Jadwal pelaksanaan eksekusi sepuluh terpidana mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah belum bisa dipastikan. Kawasan Pelabuhan Wijaya Pura sebagai pintu masuk penyeberangan ke Nusakambangan mulai memberlakukan aturan ketat.
Bukan hanya orang luar saja yang tak diperkenankan masuk area pelabuhan, tapi warga sekitar pun tak diperkenankan bisa bebas memasuki area tersebut.
"Jangan lama-lama ada di sini mas, nanti diomelin penjaga pelabuhan. Kami juga warga setempat sudah diperkenankan enggak bisa masuk dulu area pelabuhan," kata Sukino (54), salah seorang warga setempat yang sedang membersihkan sampah di dalam area pelabuhan tersebut, Minggu (26/4/2015).
Saat Okeline mencoba mencuri-curi waktu masuk ke dalam area pelabuhan Minggu pagi, terlihat hanya ada beberapa perahu kecil dan perahu derek yang terparkir di pinggir pelabuhan.
Sementara, di seberang pelabuhan yang berjarak sekitar 180 meter yaitu Pulau Nusakambangan hanya terlihat kerlap-kerlip lampu dan belum terlihat aktivitas apapun.
Meski ada pengetatan aturan dari pihak pelabuhan, kawasan ini masih belum dijaga ketat petugas kepolisian seperti jelang pelaksanaan eksekusi mati tahap pertama pada Januari lalu.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu merilis 10 nama terpidana mati kasus narkoba yang akan segera dieksekusi secara serentak di Pulau Nusakambangan.
Ke-10 terpidana mati yang akan dieksekusi dalam waktu dekat ialah Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Serge Areski Atlaoui (Perancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina).
Kesepuluh terpidana mati itu kini telah berada di Nusakambangan meskipun tersebar di sejumlah lapas di Nusakambangan. Mary Jane Fiesta Veloso merupakan terpidana mati terakhir yang masuk Nusakambangan setelah dipindahkan dari Lapas Wirogunan, Yogyakarta, pada Jumat (24/4/2015) silam. Saat ini, Mary Jane telah berada di Lapas Besi, Nusakambangan, bersama tiga terpidana mati lainnya, yakni Andrew Chan, Myuran Sukumaran, dan Raheem Agbaje Salami.
Enam terpidana mati lainnya, yakni Zainal Abidin, Serge Areski Atlaoui, Rodrigo Gularte, dan Okwudili Oyatanze di Lapas Pasir Putih, serta Martin Anderson dan Silvester Obiekwe Nwaolise di Lapas Batu, Nusakambangan.
Eksekusi Mati Dilaksanakan Selasa Malam
Pelaksanaan eksekusi mati terhadap sepuluh terpidana mati kasus narkotika kini sudah menemui titik temu. Pengacara Raheem Agbaje Salami terpidana mati asal Nigeria, Utomo Karim menyampaikan, pelaksanaan eksekusi akan dilaksanakan pada Selasa (28/4/2015) malam.
"Sudah seperti tempo hari, intinya eksekusi akan dilaksanakan Selasa," katanya usai mendampingi Raheem mendengarkan notifikasi dari Kejaksaan di Lapas Besi Pulau Nusakambangan, Sabtu (25/4/2015).
Utomo mengatakan, setiap terpidana mati harus mendengarkan notifikasi tersebut. Para terpidana mati dipanggil satu-satu secara bergantian. Tak memakan waktu lama. Utomo menyaksikan, tak ada yang teriak histeris mendengar keputusan itu.
"Rodrigo Gularte saya lihat dia protes. Dia menolak. Saya melihat dari jauh karena tak mendampingi," katanya.
Dia menyebutkan, selama berada di pulau penjara itu sudah ada sebanyak tujuh nama yang menerima notifikasi itu. Tapi menurut dia bisa bertambah lantaran saat di sana baru tujuh terpidana mati yang memeroleh notifikasi.
Sebelumnya, lanjut dia, pihaknya sudah memperoleh notifikasi. Hanya saja tak disebutkan kapan harinya. Pihaknya hanya diminta untuk bersiap-siap.
Soal Raheem, kata dia, hanya pasrah menerima pemberita_okehuan pelaksanaan eksekusi mati. Hanya saja, Raheem mempersoalkan nama yang dicatat tak sesuai nama aslinya. Dia pun langsung bikin surat.
"Kalau tempat (eksekusi) saya tak tahu persis, tapi kemungkinan seperti yang lalu. Permintaan terakhir seperti disampaikan dulu minta dimakamkan di Madiun dan minta didampingi oleh Romo Pusi mulai besok, berharap" katanya. (*)

