Pengangkatan Peluru di Tubuh Korban memerlukan rekomendasi kepolisian
RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Sejak Rabu malam kemarin, pihak RSUD Arifin Ahmad belum melakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang ditubuh korban hingga meninggal dunia.
Rengat - Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) AKBP Ari Wibowo tampaknya marah besar ketika mengetahui pihak RSUD Arifin Ahmad belum melakukan operasi pengangkatan peluru yang masih bersarang di tubuh Sugiono hingga meninggal dunia.
Sugiono adalah korban perampokan di Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, dia ditembak oleh dua orang kawanan perampok, Rabu (8/7/2015) siang kemarin, lalu dirujuk oleh RSUD Indrasari Rengat ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Sejak Rabu malam kemarin, pihak RSUD Arifin Ahmad belum melakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang ditubuh korban hingga meninggal dunia, Kamis (9/7/2015) pukul 07.00 Wib. Pihak RSUD Arifin Ahmad mengakui belum melakukan operasi pengambilan peluru karena memerlukan rekomendasi dari pihak kepolisian.
"Ya memang belum kami angkat pelurunya. Karena untuk melakukan itu perlu surat permintaan atau rekomendasi dari pihak kepolisian," ujar Humas RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Marsiah kepada wartawan, Kamis (9/7/2015).
Sebab, kata Marsiah, peluru yang bersarang di pinggang Sugiono itu akan diperlukan kepolisian untuk penyelidikan sesuai Standar Operasional Prosedur Rumah Sakit.
"Sejak pasien ini sampai tidak ada polisi kesini, bagaimana mau kita ambil pelurunya, tidak ada surat permintaan dari kepolisian. Karena SOP nya seperti itu," kata Marsiah.
Menanggapi hal itu, Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) AKBP Ari Wibowo,SIk menyebut bahwa pihak RSUD Arifin Ahmad tidak memahami prosedur.
"Tidak ada SOP seperti itu, RSUD itu aja yang tidak becus. Itu kondisi korban sedang kritis, jangan menunggu apa-apa lagi, harusnya langsung dioperasi," tegas Kapolres.
Kapolres juga sangat menyayangkan atas lambatnya pihak RSUD mengangkat peluru meskipun Sugiono telah meninggal dunia.
"Harusnya cepat ditangani, cepat diambil pelurunya sejak tadi malam. Ini malah sudah meninggal pun lambat diangkat pelurunya," kata Kapolres, lagi.(*)
Liputan: wa

