Kondisi Jalan Lingkar Pasir Penyu Rawan Laka Lantas
kenapa pembangunan jalan lingkar itu tetap tidak selesai, padahal jalan itu hampir setiap tahun dianggarkan oleh Propinsi.
KABARRIAU.COM, Airmolek- Warga Airmolek Kecamatan Pasirpenyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Kab.Inhu), minta jalan lingkar (Elak) yang program pembangunan nya berasal dari dana APBD Prov Riau sepanjang 8 KM ini tak kunjung selesai dan kondisinya semakin parah.
Yang tidak habis fikir kenapa pembangunan jalan lingkar itu tetap tidak selesai, padahal jalan itu hampir setiap tahun dianggarkan oleh Propinsi hanya pemeliharaan, sebenarnya kalau jalan propinsi itu dianggarkan sesuai dengan kondisinya dilapangan bukan pemeliharaan yang dibutuhkan pekerjaannya peningkatan jalan, jelas Ir Sukirman salah seorang warga Desa Batu Gajah kepada wartawan, jumat (14/8/2015) di Lirik.
Ia mengatakan, kalau kondisi jalan propinsi tersebut tidak segera di tingkatkan program pembangunannya apalagi dengan kondisi cuaca yang eksrim ini,maka dapat menjadi kan dibeberapa titik aspalnya hancur dan dibeberapa parit, Boxalver sudah lonsor.
“Sebagai pemerhati proyek, karna setiap hari banyak dilalui oleh kendaraan bertonase berat tentu bisa membahayakan bagi pengguna jalan tersebut dan akan mengalami kecelakaan”, jelasnya.
Sukirman yang paham terhadap prencanaan proyek ini mengutarakan, jalan lingkar yang direncanakan memiliki panjang 8 kilometer, baru beberapa kilometer saja yang mendapatkan sentuhan pembangunan. Sedangkan kondisi aspal, disepanjang badan dan bahu jalan sudah banyak yang hancur dan berlubang, ungkapnya.
Sementara menurut Mantan Anggota Dewan Asal Pasirpenyu, Hs Mahzun kepada Wartawan mengatakan fungsi jalan elak adalah pertama untuk mempermudah keluar masuk hasil pertanian masyarakat, kedua untuk menguranggi kemacetan dalam kota airmolek yang semakin padat penduduknya, ketiga jalan itu menghubungkan dua kecamatan pasir penyu dan lirik, seandainya pemprov dan pemdakab Inhu serius dan peduli memprogramkan pembangunan jalan elak itu rasanya kondisinya sudah memungkinkan untuk dilewati, apalagi perencanaan awal fungsi jalan tersebut untuk menguranggi angka laka lantas dan lainnya yang sering terjadi disepanjang jalan yang melintasi pasar kota airmolek.
“Untuk mengucurkan anggaran jalan elak itu tak usalah warga yang menggingatkannya dimana pihak terkait yang lebih mengetahuinya, apa gunanya kepala desa, lurah, Camat dan Bupati, sebenarnya warga cukup hanya menikmati hasil dari pembangunan yang diberikan oleh pemerintah,ujar tokoh masyasarakat ini.
Ironisnya, Anggota DPRD dan Camat diamanahkan rakyat sebagai perpanjangan tangan pemerintah bidang pengawasannya sudah mengetahui kondisi jalan alternatif itu bahwa sangat membahayakan pengguna jalan tersebut.
“Tidak mungkin rasanya mereka tidak tau, mustahil, kesal Dewan Kerapatan Adat Pasirpenyu itu. (*)
Liputan : Fauzi.
Kategori: Lingkungan.

