Kontribusi Sektor Kehutanan Untuk Pembangunan Pelalawan
Advertorial - Pembangunan dengan daerah perkotaan sebagai pusat pertumbuhan menciptakan kesenjangan pembangunan. Upaya percepatan pembangunan di daerah terisolit mempunyai berbagai kenadala seperti infrastruktur yang tersedia.
Infrastruktur merupakan langkah awal untuk pembangunan di wilayah Pelalawan dan ketersediaan infrastruktur suatu wilayah meningkatkan aksesibilitas, sehingga kegiatan ekonomi dapat lebih efisien.
Menurut Buapati Pelalawan, HM. Harris, Selasa (13/10/15) masalah utama pada pembangunan wilayah yang dipimpinya ini dengan membuka keterisolasian adalah kurangnya pembangunan infrastruktur dan minimnya investasi.
"Investor lebih memilih berinvestasi di wilayah perkotaan karena infrastruktur yang memadai," Jelasnya.
Menurutnya sebagian besar wilayah tertinggal adalah wilayah yang gerografisnya berada di wilayah tepi hutan, Sungai, yang tidak memiliki akses ke daerah yang pembangunannya lebih maju.
"Terdepat beberapa masalah pengembangan daerah terpencil dan terisolir di di Pelalawan, seperti terbatasnya ketersediaan infrastruktur, Rendahnya koordinasi antarsektor, Penyebabnya adalah keterbatasan sumber daya yang juga menjadi kendala dalam pembangunan," Tukasnya.
Oleh karena itu sebutnya, sektor swasta juga dibutuhkan untuk membangun wilayah terpencil. Salah satu sektor yang dapat dikembangkan untuk membuka dan membangun daerah terisolir adalah sektor kehutanan.
"Harus kita akui bahwa pembangunan sektor kehutanan telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan oleh perusahaan pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan) atau perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI). Pembangunan jalan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk distribusi pengangkutan dan pengelolaan hutan, tetapi juga digunakan oleh masyarakat sebagai sarana transportasi,"jelasnya.
Dengan meningkatnya intensitas kegiatan perhutanan pada dari tahun 80-am sampai sekarang, jumlah jalan hutan yang dibangun semakin bertambah. Penambahan tersebut menghubungkan darah terisolasi dan daerah yang lebih berkembang, seprti Langgam menghubungkan daerah-daerah terisolasi lainnya.
"Perkembangan infrastruktur jalan hutan dihitung dengan menggunakan kerapatan jalan hutan, yaitu menghitung rata-rata panjang jalan hutan per satuan luas. Besarnya kerapatan jalan bergantung pada jenis pengusahaan hutan," Ujarnya.
Perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan ini membuka akses daerah yang sebelumnya terisolir. Pembangunan sektor kehutanan juga terkait dengan pengentasan kemiskinan, karena sebagian besar penduduk ekonomi dengan tingkat ekonomi rendah berada di wilayah pedesaan terpencil.
"Sedikitnya terdapat beberapa peran utama sektor kehutanan terhadap pembangunan ekonomi wilayah, yaitu untuk menciptakan lapangan kerja, menciptakan sumber pendapatan untuk masyarakat, menarik modal, dan menjadi sumber pendapatan daerah dalam bentuk pajak atau retribusi," Jelasnya lagi.
Investasi di sektor kehutanan mampu menciptakan lapangan kerja baru yang cukup besar dan meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat, terutama masyarakat di sekitar hutan, seperti Lubuk Kembang Bunga, Ukui, dan sejumlah pinggir hutan lainya di Pelalawan.
"Investasi di sektor kehutanan dengan beroperasinya perusahaan HPH dan HTI selama ini sangat berperan dalam mendorong masuknya arus modal ke daerah-daerah. Injeksi investasi ini sangat dibutuhkan bagi percepatan pertumbuhan wilayah di daerah terpencil dan tertinggal," Ujarnya.
Dengan terbukanya ini telah banyak hasil yang dirasakan dari sektor kehutanan ini, misalnya perusahaan dan berbagai pabrik dari hilir di Pelalawan telah menghasilkan devis yang sangat seknifikan.
Selain itu dengan banyaknya perusahaan besar kehutana di Pelalawan, telah banyak memberikan lapangan kerja, bahkan PangkalanKerinci yang dahulunya sebuah desa kini sudah menjadi kota yang cukup dibanggakan. (ADV/Basya)


