Bila EBT Riau di Kembangkan, Bisa Kalahkan Target Nasional
Meskipun minyak bumi habis, Riau tetap akan menjadi lumbung energi nasional bila pemerintah daerah memiliki perhatian khusus dan serius terhadap energi tersebut.
KABARRIAU.COM, PEKANBARU - Riau memiliki potensi besar dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Potensi ini akan tergarap maksimal bila pemerintah daerah memiliki perhatian khusus dan serius terhadap energi tersebut. Meskipun minyak bumi habis, Riau tetap akan menjadi lumbung energi nasional.
"Riau ini kalau Pemda concern dengan pengembangan energi, dia akan selalu menjadi lumbung energi," ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimy, Senin (30/11/2015).
Potensi utama di Riau adalah CPO yang bisa diolah menjadi Biodiesel. Pasalnya kedepan bahan bakar minyak (BBM) harus dicampur biodiesel dengan komposisi 30 persen. Memang saat ini masih 15 persen. Jumlah ini akan terus meningkat secara bertahap hingga 30 persen.
Tidak saja CPO, lanjut Rinaldy, limbah yang dihasilkan kelapa sawit dari pengolahan menjadi CPO pun bisa diolah jadi sumber energi. Setidaknya ada empat jenis limbah yang bisa dimanfaatkan termasuk cangkang, tandan kosong hingga POME.
"Saya pernah lihat ada pabrik kelapa sawit (PKS) yang mampu hasilkan 2-3 MW hanya dari limbah sawit saja. Ini untuk satu PKS" katanya.
Selain kelapa sawit, EBT lain yang berpotensi besar di Riau adalah laut terutama daerah kepualauan. Di daerah ini potensi angin dan matahari belum tergarap.
Namun, potensi tersebut tidak digubris karena saat ini dimanjakan dengan minyak bumi yang ada selama ini.
Secara nasional pemerintah menargetkan pengginaan EBT sebanyak 23 persen 2025. Namun, ujar Rinaldy, bisa saja daerah memiliki realisasi yang lebih besar, termasuk nasional.
"Saya yakin Riau bisa lebih besar dari nasional," ujarnya.(*)
Libutan : Burian.
Kategori: Bisnis.

