delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Inhu Potensi Banjir, PBD Siaga

KPBD Inhu, Arifwan mengungkapkan, bahwa wilayah Kab Inhu memang belum menyatakan siaga 3 karena untuk siaga 3 debit air harus diatas 6,40 meter, sementara sekarang baru 6,24 meter per 30 November 2015.

KABARRIAU.COM, Rengat - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu mulai melakukan persiapan guna mengantisipasi terjadi bencana banjir yang juga dibawa dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dilaksanakan, Senin (30/11). Ini dilakukan mengingat saat ini di Inhu, curah hujan sudah tinggi dan debit air sungai sudah mengalami peningkatan hingga 400 mm per tanggal 29 November 2015. 

Kepala Kantor Penggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu, Arifwan mengungkapkan, bahwa wilayah Kab Inhu memang belum menyatakan siaga 3 karena mengingat untuk siaga 3 tersebut debit air harus diatas 6,40 meter, sementara sekarang baru 6,24 meter per 30 November 2015.

"Sejauh ini Inhu masih aman dari banjir, namun upaya antisipasi dengan berbagai pertimbangan akan mulai dilakukan,” tegas Arifwan.

Namun, setiap kecamatan sudah disiapkan posko-posko dan untuk alat-alat yang dibutuhkan, seperti speed boat, sampan dan lainnya, juga sudah di siapkan, jika memang musibah banjir terjadi, meskipun tidak diinginkan.

Pihaknya terus juga melakukan koordinasi dengan kecamatan yang ada di Hulu seperti Peranap dan Batang Peranap serta kabupaten Kunatan Singingi. Ini dilakukan karena dibutuhkannya informasi dari daerah tersebut yang merupakan daerah hulu dari aliran sungai Indragiri dan Kuantan.

Jika kondisi di daerah hulu sudah menggambarkan bencana banjir maka secara otomatis akan berdampak pada daerah aliran sungai lainnya, sampai pada Rengat dan Kuala Cenaku. Oleh karena itu  mengingat curah hujan yang tinggi, musibah ini bisa saja terjadi. Maka dari itu kepada masyarakat diharapkan akan dapat mulai waspada terhadap bencana ini, terurama daerah-daerah yang selalu menjadi langganan.

Sementara itu, Kepala BMKG Rengat, Yohanes Drajad menyatakan, kenaikan air sungai Indragiri sudah diatas normal, bahkan sudah mencapai 400 mm. Dimana, normal debit air hanya 250 mm.

"Potensi untuk banjir sangat memungkinkan terjadi, karena dari ukuran curah hujan, jelasnya.

Untuk itu ia menghimbau agar masyarakat dapat waspada terhadap bencana banjir ini. Curah hujan sangat mempengaruhi.

"Meskipun curah hujan rendah di Inhu, namun curah hujan tinggi di Sumatera Barat dan Kuansing, maka banjir bisa terjadi, apalagi saat ini curah hujan di Inhu saat ini tinggi yang menyebabkan debit air terus naik dan bisa menyebabkan banjir,” tambahnya.(*)

Liputan  : Yuswanto.

Kategori: Lingkungan.

BERITA TERKAIT