Perbatasan Perairan Rohil dengan Malaysia Harus Diperketat Pengawasannya
Abdul Kosim:"Baru-baru ini nelayan kita sedang mencari ikan diusir Polisi Perairan Malaysia, padahal mereka masuk diwilayah Perairan Indonesia, tepatnya di Pulau Jemur, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Kami minta pemda setempat perketat pengawasan".
KABARRIAU.COM, Rokan Hilir - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau mengingatkan kepada pemerintah daerah agar mengintensifkan pengawasan di wilayah perairan Rohil dengan negara tetangga Malaysia.
"Baru-baru ini nelayan kita sedang mencari ikan diusir Polisi Perairan Malaysia, padahal mereka masuk diwilayah Perairan Indonesia, tepatnya di Pulau Jemur, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Kami minta pemda setempat perketat pengawasan," tegas Abdul Kosim, Rabu (22/6/2016).
Ia mengatakan, setiap tahun DPRD Rohil selalu menganggarkan biaya patroli ke Pulau Jemur dan berharap Angkatan Laut dan Pol Airud harus segera bertindak serta dapat bersinergi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk menjaga masyarakat nelayan diwilayah perbatasan supaya peristiwa itu tidak terulang lagi.
"Dinas terkait tiap tahun ada menganggarkan untuk patroli di Pulau Jemur. Setidaknya itu bisa memberikan rasa nyaman bagi masyarakat nelayan," ucapnya.
Ia menambahkan, pengawasan secara intensif di wilayah perbatasan penting dilakukan, karena selain dapat memberikan rasa nyaman bagi para nelayan, juga menghindari aksi ilegal fishing.
"Jangan sampai kekayaan laut kita diambil oleh orang luar," katanya mengingatkan.(*)
Liputan : Candra.
Editor : Robinsar Siburian.
Kategori: Nasional.

