delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

DAMRI Masih Lihat Pangsa Pasar Penumpang Pekanbaru

Jaya Tahoma Sirait: "Setahun ini saya sudah minta Damri ke sini, enam bulan lalu sudah diundang buka rute Bandara Pekanbaru. Tapi Damri masih melihat pangsa pasar berapa banyak penumpang setiap harinya apakah sudah layak atau belum".
    
 

KABARRAU.COM, Pekanbaru - Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Provinsi Riau, PT Angkasa Pura II menyatakan bus Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) masih mengkaji pangsa pasar agar bisa beroperasi di daerah setempat.

"Setahun ini saya sudah minta Damri ke sini, enam bulan lalu sudah diundang buka rute Bandara Pekanbaru. Tapi Damri masih melihat pangsa pasar berapa banyak penumpang setiap harinya apakah sudah layak atau belum," kata General Maneger PT AP II, Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Kamis (10/11/2016).

Oleh karena itu, lanjut dia, Damri dalam hal ini masih melakukan pengkajian. Meski begitu, kata dia, yang jelas pihaknya AP II sudah menawarkan.      

Dikatakannya bahwa data penumpang berangkat dan datang di Bandara Pekanbaru sudah di atas 8500 per hari, pada hari tertentu sudah bisa di atas 11 ribu.

"Beberapa pekan terakhir ini meningkat 10 persen jelang akhur tahun yakni sudah di atas 9000. Kalau bicara bandara kita sudah berkategori sedang karena 2-5 juta penumpang per tahun," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kargo rata-rata ada 35 ton per hari yang diangkut. Memang diakuinya jumlah tersebut masih belum begitu besar karena angkutan kargo khusus belum ada, hanya bergabung di pesawat penumpang saja.

Saat ini untuk memudahkan pelayanan transportasi dari dan menuju bandara, pihaknya telah mengizinkan Bus Trans Metro Pekanbaru untuk mengangkut penumpang. Akan tetapi AP II menemukan masalah karena TMP belum bisa berkontribusi ke bandara karena penumpangnya yang masih belum signifikan atau sedikit.

"TMP sudah diizinkan masuk bandara, tapi kontribusinya belum ada ke AP II. Kesepakatan kita mau menambahkan tarif ke penumpang untuk yang naik dari bandara saja. Karena bagaimanapun TMP menggunakan fasilitas bandara, tapi belum diberlakukan karena penumpangnya tidak signifikan," jelasnya.

Dia mengatakan bahwa dalam aturannya memang harus ada kontribusi bagi bandara karena kerjasama tentunya harus saling menguntungkan. Adanya usulan kenaikan tarif karena bandara bukanlah lembaga yang anggarannya disiapkan pemerintah..(*)

Liputan  : Brian.
Editor    : Robinsar Siburian.
Kategori: Bisnis.

BERITA TERKAIT