Toke Sawit Dirampok, Rp 300 Juta Lesap
Sungguh nekat aksi 4 kawanan perampok kali ini, selain melakukan aksinya di pagi hari dan dipusat keramaian, lokasi kejadian juga tidak jauh dari Mapolsek Pangkalan Kerinci. Toko Channel Phone yang jadi sasaran mereka, hanya berjarak sekitar 50 meter dari markas Polsek Pangkalan Kerinci. Kejadian berlangsung hanya beberapa menit, sekitar pukul 09.15 WIB, senin (30/4/12).
Kuat dugaan, 4 kawanan perampok yang mengenderai sepeda motor ini, sudah mengikuti korban Rudiman (37) dari Bank Mandiri yang hanya berada di samping Polsek Pangkalan Kerinci. Menurut Akiong (50), pemilik toko Channel Phone, uang Rp 30 Juta yang berhasil digondol perampok, bukan miliknya, namun milik Rudiman yang menempati ruko sebelah tokonya.
Menurut Akiong, pagi itu, ia menitipkan uang Rp. 40 Juta kepada Rudiman untuk ditransfer ke Bank Mandiri. Pasalnya, Akiong mengetahui, Rudiman akan ke Bank Mandiri pagi itu. “Karena saya tahu ia mau ke Bank, saya menitipkan uang saya Rp 40 Juta ke Rudiman untuk ditransfer ke Bank, “ Tutur Akiong.
Rudiman, penghuni Ruko yang bersebelahan dengan Channel Phone, yang menurut tetangganya merupakan toke sawit ini, melakukan penarikan uang tunai sebesar Rp 300 Juta, usai menyetor uang milik Akiong. Kuat dugaan, saat Rudiman melakukan penarikan uang tersebut, ia sudah diintai oleh kawanan perampok.
Tanpa curiga sedikit pun, Rudiman pun pulang usai mengampil uang Rp. 300 Juta di Bank Mandiri Pangkalan Kerinci yang berjarak sekitar 60 meter dari rukonya. Sampai di ruko, ia mampir dulu ke toko channel phone, bermaksud menyerahkan bukti transfer uang milik Akiong pemilik toko phone tersebut. Kala itulah 4 kawanan perampok ini beraksi.
Saat Rudiman masuk ke toko Akiong untuk menyerahkan bukti transfer, dua unit motor yang diduga bermerek suzuki F4, berhenti di depan toko tersebut. Dua orang kawanan yang dibonceng turun dan langsung masuk ke toko channel phone. Rudiman yang sedang menyerahkan bukti transfer uang Akiong kaget, karena tas berisi uang yang disandangnya di tarik kawanan perampok serta ia pun ditodong dengan senjata api laras pendek.
Menurut Akiong, beberapa kali perampok tersebut berteriak minta tas yang disandang Rudiman untuk dilepaskan. Rudiman sendiri mempertahankan tas berisi uang miliknya sekuat tenaga. “Karena tak dilepaskan, mereka melepaskan tembakan kelantai,” terang Akiong. Sementara Rudiman masih trauma akibat kejadian tersebut.
Akibat tembakan kawanan perampok kelantai toko tersebut, betis Akiong terluka akibat percikan pecahan keramik. Sementara, kawanan perampok lari usai berhasil menarik dan mengambil tas milik Rudiman. Akiong juga mengatakan, ia tidak mengenal persis wajah pelaku karena tertutup helm, “Mereka berbadan tegap,” katanya.
Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol R. Sagala, disela kesibukannya ikut olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan anggotanya sudah menyebar dan melakukan pengejaran. “Belum tertangkap, anggota masih melakukan pengejaran,” ujarnya singkat.**ar
Kuat dugaan, 4 kawanan perampok yang mengenderai sepeda motor ini, sudah mengikuti korban Rudiman (37) dari Bank Mandiri yang hanya berada di samping Polsek Pangkalan Kerinci. Menurut Akiong (50), pemilik toko Channel Phone, uang Rp 30 Juta yang berhasil digondol perampok, bukan miliknya, namun milik Rudiman yang menempati ruko sebelah tokonya.
Menurut Akiong, pagi itu, ia menitipkan uang Rp. 40 Juta kepada Rudiman untuk ditransfer ke Bank Mandiri. Pasalnya, Akiong mengetahui, Rudiman akan ke Bank Mandiri pagi itu. “Karena saya tahu ia mau ke Bank, saya menitipkan uang saya Rp 40 Juta ke Rudiman untuk ditransfer ke Bank, “ Tutur Akiong.
Rudiman, penghuni Ruko yang bersebelahan dengan Channel Phone, yang menurut tetangganya merupakan toke sawit ini, melakukan penarikan uang tunai sebesar Rp 300 Juta, usai menyetor uang milik Akiong. Kuat dugaan, saat Rudiman melakukan penarikan uang tersebut, ia sudah diintai oleh kawanan perampok.
Tanpa curiga sedikit pun, Rudiman pun pulang usai mengampil uang Rp. 300 Juta di Bank Mandiri Pangkalan Kerinci yang berjarak sekitar 60 meter dari rukonya. Sampai di ruko, ia mampir dulu ke toko channel phone, bermaksud menyerahkan bukti transfer uang milik Akiong pemilik toko phone tersebut. Kala itulah 4 kawanan perampok ini beraksi.
Saat Rudiman masuk ke toko Akiong untuk menyerahkan bukti transfer, dua unit motor yang diduga bermerek suzuki F4, berhenti di depan toko tersebut. Dua orang kawanan yang dibonceng turun dan langsung masuk ke toko channel phone. Rudiman yang sedang menyerahkan bukti transfer uang Akiong kaget, karena tas berisi uang yang disandangnya di tarik kawanan perampok serta ia pun ditodong dengan senjata api laras pendek.
Menurut Akiong, beberapa kali perampok tersebut berteriak minta tas yang disandang Rudiman untuk dilepaskan. Rudiman sendiri mempertahankan tas berisi uang miliknya sekuat tenaga. “Karena tak dilepaskan, mereka melepaskan tembakan kelantai,” terang Akiong. Sementara Rudiman masih trauma akibat kejadian tersebut.
Akibat tembakan kawanan perampok kelantai toko tersebut, betis Akiong terluka akibat percikan pecahan keramik. Sementara, kawanan perampok lari usai berhasil menarik dan mengambil tas milik Rudiman. Akiong juga mengatakan, ia tidak mengenal persis wajah pelaku karena tertutup helm, “Mereka berbadan tegap,” katanya.
Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol R. Sagala, disela kesibukannya ikut olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan anggotanya sudah menyebar dan melakukan pengejaran. “Belum tertangkap, anggota masih melakukan pengejaran,” ujarnya singkat.**ar

