Protes RAPP, Warga Pulau Padang Siap Bakar Diri ke Jakarta
Minggu (25/6/12) bertempat di Simpang Lima tugu Berlawan, 10 relawan aksi bakar diri di depan istana Negara Jakarta. Keberangkatannya relawan pagi itu di iringi doa, ratapan, dan cucuran air mata dari sanak famili.
Diiringi doa, Tahlil, Tahmid, dan Pekikan "Allahuakbar", Sholawat badar, ditambah oleh cucuran air mata menjadikan suasana Pulau Padang pagi itu sedang berduka, sehingga diperkampungan yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga itu, Malaysia dan singapura seperti tidak menampakkan gairah aktifitas sehari hari seperti sebelum-sebelumnya.
"Sepuluh relawan aksi bakar diri didepan istana Jakarta asal pulau padang yang pagi itu dilepas keberangkatanya ditugu berlawan Pulau Padang dalam rangka menolak masuknya PT RAPP dikawasan itu, antara lain sebagai berikut Jumadi, Amri, Wahyudi, Wagio, Ali Joni, Safarudin," kata Muhammad Ridwan Ketua Umum Serikat Tani Riau melalui selulernya, Ahad pagi.
Lanjut M. Ridwan, yang dirinya juga masuk dalam 10 relawan aksi bakar diri masyarakat Pulau Padang, didepan istana Jakarta itu, “Aksi bakar diri ini tidak ada jalan lain dan harus kita lakukan demi menyelamatkan Pulau Padang yang saat ini berada dicengkeraman PT RAPP. Disamping itu juga aksi bakar diri ini merupakan bentuk kemarahan rakyat kepada pemimpin di NKRI, khususnya kepada presiden SBY, elit politik yang tidak peduli terhadap penderitaan rakyatnnya, karena permasalahan ini terjadi dihampir seluruh wilayah Indonesia”.
"Selain itu, aksi bakar diri ini kita lakukan agar semua pemimpin maupun elit politik dinegeri ini dari tingkatan terendah, dari daerah hingga pusat, hendaknya didalam mengambil keputusan atau kebijakan jangan mengedepankan kepentingan pemodal besar dengan dalih investor, karena kenyataannya tidak satupun pemodal besar yang berada di tengah-tengah masyarakat Indonesia, keberadaannya mensejahterakan rakyat hanya janji belaka, yang ada hanya mensengsarakan rakyat banyak," ujar Ridwan.
Akibat konflik lahan, khususnya yang terjadi antara masyarakat Pulau Padang, kecamatan Merbau, kabupaten Kepulauan Meranti dengan PT RAPP, ribuan masyarakat diwilayah itu kehilangan lahan garapan, perkebunan bahkan pemukiman, disamping itu juga, konflik lahan yang terjadi di pulau Rupat kabupaten Bengkalis, antara masyarakat Pulau Rupat dengan PT SRL yang saat ini menghentikan operasionalnya, ribuan masyarakat setempat menjadi korban penyerobotan lahan yang diklaim wilayah konsesi, dan kasus serupa masih banyak terjadi di kabupaten kota yang ada di provinsi Riau. **def

