Mendekati Ramadhan, Sejumlah Kebutuhan Melonjak
Seperti Ramadhan sebelum, persoalan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok terutama sembako terus mengalami kenaikan harga. Alasanya bermacam-macam, tergantung pada grosir dan pedagangnya. Mulai gagal panen sampai pasokan yang berkurang menjadi alasan kenaikan harga barang.
Saat ini, yang melonjak naik adalah harga gula yang berkisar antara Rp14-15 ribu perkilonya, menyusul harga beras untuk semua jenis, cabe merah, ayam, minyak goreng dan beberapa kebutuhan harian lainya. Hal ini mulai dirasakan oleh para ibu rumah tangga yang setiap harinya berbelanja di Pasar Arengka Pekanbaru.
Menyikapi kenaikan harga menjelang ramadhan mendatang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, El Sabrina mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan penyusunan terhadap konsep pembentukan tim Disperindag yang akan melakukan pemantauan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako), baik di pasaran, maupun di lokasi pemasok bahan kebutuhan tersebut.
"Sudah kita konsep, nanti akan kita sampaikan ke Walikota guna disetujui. Tim ini nantinya akan melakukan pemantauan secara rutin bagaimana kondisi harga dan ketersediaan barang kebutuhan itu," ungkap El Sabrina pada wartawan.
Dikatakan El, selain melakukan pantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan tersebut, tim yang dibentuk nantinya juga melakukan pemantauan terhadap kondisi barang yang beredar dipasaran. Hal itu dilakukan dengan pengalaman tahun sebelumnya, banyak beredar makanan dan minuman kadaluarsa dan ilegal.
"Bulan Ramadhan biasanya masyarakat akan meningkatkan kosumsi makanan pada di malam hari. Ini tentunya memerlukan pasokan yang banyak di pasaran. Kita takutkan, kalau kondisi ini dijadikan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjual makanan dan minuman yang kadaluarsa," kata El.
Ditambahkannya, selain kadaluarsa, El juga mengkhawatirkan masuknya barang-barang impor tanpa ada izin atau ilegal. Apalagi Pekanbaru merupakan kota yang dekat dengan wilayah perdagangan produk luar seperti Malaysia dan China. Hal ini sangat mengancam masyarakat Pekanbaru dari produk-produk ilegal yang membahayakan kesehatan.
"Kalau makanan ilegal dari luar ini tidak diawasi, bisa membahayakan masyarakat. Kalau masyarakat terkena penyakit karena produk ilegal ini, kita bingung juga, siapa yang akan bertanggung jawab. Inilah yang perlu kita awasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri nanti, kan ada juga tuh parsel, sering ditemukan makanan yang sudah kadaluarsa dan makanan minuman tak ada izinnya," pungkas El.**ns
Saat ini, yang melonjak naik adalah harga gula yang berkisar antara Rp14-15 ribu perkilonya, menyusul harga beras untuk semua jenis, cabe merah, ayam, minyak goreng dan beberapa kebutuhan harian lainya. Hal ini mulai dirasakan oleh para ibu rumah tangga yang setiap harinya berbelanja di Pasar Arengka Pekanbaru.
Menyikapi kenaikan harga menjelang ramadhan mendatang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, El Sabrina mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan penyusunan terhadap konsep pembentukan tim Disperindag yang akan melakukan pemantauan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako), baik di pasaran, maupun di lokasi pemasok bahan kebutuhan tersebut.
"Sudah kita konsep, nanti akan kita sampaikan ke Walikota guna disetujui. Tim ini nantinya akan melakukan pemantauan secara rutin bagaimana kondisi harga dan ketersediaan barang kebutuhan itu," ungkap El Sabrina pada wartawan.
Dikatakan El, selain melakukan pantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan tersebut, tim yang dibentuk nantinya juga melakukan pemantauan terhadap kondisi barang yang beredar dipasaran. Hal itu dilakukan dengan pengalaman tahun sebelumnya, banyak beredar makanan dan minuman kadaluarsa dan ilegal.
"Bulan Ramadhan biasanya masyarakat akan meningkatkan kosumsi makanan pada di malam hari. Ini tentunya memerlukan pasokan yang banyak di pasaran. Kita takutkan, kalau kondisi ini dijadikan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjual makanan dan minuman yang kadaluarsa," kata El.
Ditambahkannya, selain kadaluarsa, El juga mengkhawatirkan masuknya barang-barang impor tanpa ada izin atau ilegal. Apalagi Pekanbaru merupakan kota yang dekat dengan wilayah perdagangan produk luar seperti Malaysia dan China. Hal ini sangat mengancam masyarakat Pekanbaru dari produk-produk ilegal yang membahayakan kesehatan.
"Kalau makanan ilegal dari luar ini tidak diawasi, bisa membahayakan masyarakat. Kalau masyarakat terkena penyakit karena produk ilegal ini, kita bingung juga, siapa yang akan bertanggung jawab. Inilah yang perlu kita awasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri nanti, kan ada juga tuh parsel, sering ditemukan makanan yang sudah kadaluarsa dan makanan minuman tak ada izinnya," pungkas El.**ns

