Hujan Berkepanjangan Usaha Jas Pelindung Mengeliat
Usaha pembuatan jas hujan, usaha musiman di Mojokerto yang sebelumnya melesu, akibat hujan yang berkepanjangan kini produsinya meningkat, usaha kecil menegah ini mampu memproduksi 300 sampai 350 buah jas hujan per harinya.
"Sebelum musim hujan saya dan 10 anggotanya hanya bisa membuat 100 buah saja, karena pesanan sepi, Hujan tahun ini menambah rejeki sehingga saya harus menambah karyawan." Ujar feri Bos Penegerajin usaha pembuatan jas ini., Selasa (22/01/2013).
feri mengatakan usaha pembuatan jas hujan ini ia tekuni sejak tahun 2006 lalu. disebutnya dulu membuat jaket untuk dealer punya temannya
Alhasil, usaha yang dikerjakan di rumahnya di Desa Mengelo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini kini memiliki 25 karyawan. Usaha musiman setiap musim penghujan ini mampu memproduksi 300 hingga 350 buah jas hujan per harinya.
"Ada 16 model mulai dengan jenis ponco lengan, jaket celana dan lain-lain. Kita tidak hanya memproduksi jas hujan untuk orang dewasa saja tapi juga untuk anak. Harganya tergantung model dan jenisnya, mulai harga Rp 25 ribu untuk jas hujan anak-anak hingga harga Rp 45 ribu," katanya.
Menurutnya, bahan yang digunakan ada dua jenis, parasut dan plastik dengan kualitas sama. Bahan baku jas hujan sendiri, lanjut Feri, ia pesan dari China tapi melalui Surabaya. Saat musim hujan seperti ini, harga bahan baku naik sehingga mempengaruhi harga penjualan.
"Proses pembuatannya dikerjakan disini dan bisa dibawa pulang oleh karyawan, mulai pemotongan dari bahan mentah, dipola, dijahit, disablon hingga dimasukkan dalam kemasan. Pemasarannya masih di kota-kota yang ada di Jawa Timur," jelasnya.
Beliau berucap, Malang, Kediri, Jombang, Surabaya, Pasuruan dan Tulungagung. Meski usaha pembuatan jas hujan miliknya merupakan usaha musiman, saat musim kemarau ia siasati dengan membuat kerajinan yang lain seperti, seragam, almamater dan lain sebagainya.(KR)
"Sebelum musim hujan saya dan 10 anggotanya hanya bisa membuat 100 buah saja, karena pesanan sepi, Hujan tahun ini menambah rejeki sehingga saya harus menambah karyawan." Ujar feri Bos Penegerajin usaha pembuatan jas ini., Selasa (22/01/2013).
feri mengatakan usaha pembuatan jas hujan ini ia tekuni sejak tahun 2006 lalu. disebutnya dulu membuat jaket untuk dealer punya temannya
Alhasil, usaha yang dikerjakan di rumahnya di Desa Mengelo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini kini memiliki 25 karyawan. Usaha musiman setiap musim penghujan ini mampu memproduksi 300 hingga 350 buah jas hujan per harinya.
"Ada 16 model mulai dengan jenis ponco lengan, jaket celana dan lain-lain. Kita tidak hanya memproduksi jas hujan untuk orang dewasa saja tapi juga untuk anak. Harganya tergantung model dan jenisnya, mulai harga Rp 25 ribu untuk jas hujan anak-anak hingga harga Rp 45 ribu," katanya.
Menurutnya, bahan yang digunakan ada dua jenis, parasut dan plastik dengan kualitas sama. Bahan baku jas hujan sendiri, lanjut Feri, ia pesan dari China tapi melalui Surabaya. Saat musim hujan seperti ini, harga bahan baku naik sehingga mempengaruhi harga penjualan.
"Proses pembuatannya dikerjakan disini dan bisa dibawa pulang oleh karyawan, mulai pemotongan dari bahan mentah, dipola, dijahit, disablon hingga dimasukkan dalam kemasan. Pemasarannya masih di kota-kota yang ada di Jawa Timur," jelasnya.
Beliau berucap, Malang, Kediri, Jombang, Surabaya, Pasuruan dan Tulungagung. Meski usaha pembuatan jas hujan miliknya merupakan usaha musiman, saat musim kemarau ia siasati dengan membuat kerajinan yang lain seperti, seragam, almamater dan lain sebagainya.(KR)

