Geng Motor Tikam Dua Warga Ambon
Geng motor berulah di Kota Ambon, sebanyak 15 remaja menganiaya dua warga Batu Gaja Kecamatan Nusaniwe yakni, Faldi Latupautty dan Devi Latuloma. Keduanya dianiaya saat hendak melintas di kawasan Urimesing, tepatnya di samping yayasan YYPK .
Akibat penganiayaan itu, keduanya harus dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Rahayu demi mendapatkan perawatan medis, karena menderita luka tusukan pada bagian perut, leher dan punggung.
Salah satu korban, Faldi, Senin (18/2/2013) menuturkan, kejadian bermula saat keduanya tengah melintas dengan mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Diponegoro Urimesing, pada Minggu (17/2/2013) malam sekitar pukul 22.00 wit.
Saat itu, topinya terjatuh, keduanya lalu berbalik arah untuk mengambil topi, namun saat kembali, mereka lalu dihampiri belasan remaja dan tanpa basa basi lalu menganiaya keduanya. "Mereka lalu menikam saya dengan pisau, saya sempat melawan, namun karena mereka banyak saya memilih untuk lari," kata Faldi.
Kondisi terparah dialami Devi Latuloma, korban ditikam di sekujur tubuhnya, selain di bagian perut, Devi juga terkena tikam di bagian punggung dan leher.
Faldi menjelaskan, saat melarikan diri dari kejaran kelompok geng motor itulah, dirinya lalu memberita_okehukan kepada salah satu anggota kepolisian, dan segera mendatangi TKP.
Kasat Reskrim, Polres Pulau Ambon dan Pulau - Pulau Lease,Ajun Komisaris Polisi,Agung Tribawanto mengatakan, saat ini, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Karena korban tidak mengenali para pelaku penganiayaan itu.
"Kita masih menyelidiki kasus ini, kita berharap warga sekitar dapat membantu memberikan informasi kepada kita agar kita bisa mengungkap kasus ini," kata Agung.(K /KR)
Akibat penganiayaan itu, keduanya harus dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Rahayu demi mendapatkan perawatan medis, karena menderita luka tusukan pada bagian perut, leher dan punggung.
Salah satu korban, Faldi, Senin (18/2/2013) menuturkan, kejadian bermula saat keduanya tengah melintas dengan mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Diponegoro Urimesing, pada Minggu (17/2/2013) malam sekitar pukul 22.00 wit.
Saat itu, topinya terjatuh, keduanya lalu berbalik arah untuk mengambil topi, namun saat kembali, mereka lalu dihampiri belasan remaja dan tanpa basa basi lalu menganiaya keduanya. "Mereka lalu menikam saya dengan pisau, saya sempat melawan, namun karena mereka banyak saya memilih untuk lari," kata Faldi.
Kondisi terparah dialami Devi Latuloma, korban ditikam di sekujur tubuhnya, selain di bagian perut, Devi juga terkena tikam di bagian punggung dan leher.
Faldi menjelaskan, saat melarikan diri dari kejaran kelompok geng motor itulah, dirinya lalu memberita_okehukan kepada salah satu anggota kepolisian, dan segera mendatangi TKP.
Kasat Reskrim, Polres Pulau Ambon dan Pulau - Pulau Lease,Ajun Komisaris Polisi,Agung Tribawanto mengatakan, saat ini, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Karena korban tidak mengenali para pelaku penganiayaan itu.
"Kita masih menyelidiki kasus ini, kita berharap warga sekitar dapat membantu memberikan informasi kepada kita agar kita bisa mengungkap kasus ini," kata Agung.(K /KR)

