M. Yanis; RAPP Sudah Penuhi Tuntutan IKMPI
Sekertaris Umum Ikatan Mahasiswa Pelalawan Indonesia (IKMPI) mengatakan
telah mengakhiri demo di pintu masuk RAPP, setelah tiga jam bertahan,
terhentinya demo ini karna telah terjadi kesepakatan dengan pihak
perusahaan dengan kesepakatan akan mempertemukan Top menajemen
perusahaan Muliya Nauli.
"Wan Mohammad Jek selaku perwakilan perusahaan telah menyanggupi permintaan kami, yaitu mempertemukan atasanya Mulyanauli," Ujarnya, kepada metroterkini.com, Rabu (27/3/13).
Selain itu PT. RAPP telah menyanggupi tututan IKMPI yang terdiri dari beberapa poin, dan terkait pertemuan dengan atasan Wan Jek, perusahaan minta waktu, untuk beberapa hari.
Sebelumnya Ratusan mahasiswa ini menggelar aksi di pintu masuk RAPP Pangkalan Kerinci. Mereka menuntut perusahaan bubur kertas milik Sukanto Tanoto untuk menanam kembali hutan alam Riau yang selama ini mereka rusak.
Mahasiswa yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan se kabupaten Pelalawan ini menilai, aktivitas perusahaan bubur kertas milik Sukanto Tanoto ini telah merugikan masyarakat dan ikut merusak lingkungan. Hal itu bertentangan dengan moratorium yang jelas-jelas telah merusak lingkungan.(BS)
"Wan Mohammad Jek selaku perwakilan perusahaan telah menyanggupi permintaan kami, yaitu mempertemukan atasanya Mulyanauli," Ujarnya, kepada metroterkini.com, Rabu (27/3/13).
Selain itu PT. RAPP telah menyanggupi tututan IKMPI yang terdiri dari beberapa poin, dan terkait pertemuan dengan atasan Wan Jek, perusahaan minta waktu, untuk beberapa hari.
Sebelumnya Ratusan mahasiswa ini menggelar aksi di pintu masuk RAPP Pangkalan Kerinci. Mereka menuntut perusahaan bubur kertas milik Sukanto Tanoto untuk menanam kembali hutan alam Riau yang selama ini mereka rusak.
Mahasiswa yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan se kabupaten Pelalawan ini menilai, aktivitas perusahaan bubur kertas milik Sukanto Tanoto ini telah merugikan masyarakat dan ikut merusak lingkungan. Hal itu bertentangan dengan moratorium yang jelas-jelas telah merusak lingkungan.(BS)

