delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Ketua KCUM Pasir Penyu Mangkir Dipanggil Polda Riau

Laporan masyarakat Inhu Riau beberapa waktu lalu di Polda Riau dalam kasus penggelapan dengan terlapor Ketua Koperasi Cipta Usaha Mandiri terus ditindaklanjuti. Pihak penyidik telah memanggil ketua koperasi (terlapor), namun mangkir memehuhi panggilan dan akan kembali dilakukan pemanggilan.

Terlapor adalah Wismey Indra, Ketua Koperasi Cipta Usaha Mandiri (KCUM) Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu yang seharusnya menghadap penyidik Polda Riau, Selasa (18/2). Terlapor seharusnya memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor karena sampai saat ini pihak penyidik belum ada menetapkan tersangkanya.  

Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono melalui Dir Reskrimum Kombes Pol DTM Silitonga seperti disampaikan Kasubdit IV AKBP Suratno, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/2) membenarkan telah pemanggilan terlapor yang juga ketua Cipta Usaha Mandiri (KCUM) Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu Riau."Terlapor belum datang. Besok akan dipanggil untuk yang kedua. Juga saksi-saksi juga akan dimintai keterangan," ujar AKBP Suratno.

Kasus penipuan atau penggelapan yang dilaporkan warga Pasir Penyu Inhu tersangkut kasus penggelapan dana masyarakat senilai total Rp3 miliar. Kasus dugaan penipuan tersebut bermula ketika KCUM menginformasikan kepada warga bahwa beberapa lahan PT. TPP akan jatuh kepada warga setempat.

Hal tersebut sesuai dengan izin Pemerintahan Pusat. Pihak KCUM menyebutkan bahwa mereka telah ditunjuk sebagai koordinator warga. Namun, menurut warga sebagai pelapor yang bernama Juardi, itu hanya iming-iming, karena PT TPP sudah memperpanjang izin HGU. 

Kasus dengan modus seperti itu, menurut pelapor pihak KCUM telah meraih mengambil dana dari anggota koperasi yang jika di totol mencapai Rp3 miliar. Sementara anggota koperasi selama ini hanya di iming-ingin lahan sawit yang ternayata milik PT TPP.

Akibat ulah pengurus koperasi (terlapor) hal itulah yang menjadi pemicu konflik antara warga dengan PT. TPP, sehingga menimbulkan korban baik dari masyarakat maupun dari perusahaan beberapa bulan lalu.**dn

BERITA TERKAIT