delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Riau Kembangkan Potensi Tanaman Kenaf

Pekanbaru - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs H Zulher MS, mengungkapkan tanaman Kenaf sebagai tanaman sela produk perkebunan seperti karet dan kelapa sawit sangat cocok ditanam di Provinsi Riau.

Hal itu diungkapkannya saat peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat langsung perkembangan tanaman Kenaf yang ditanam pada periode Januari-Februari awal tahun 2014 di Desa Bangun Sari Kabupaten Kampar, Rabu (26/3).

Sebagaimana diketahui, tanaman kenaf digagas oleh Disbun Riau sebagai tanaman sela bagi petani yang mendapatkan bantuan peremajaan dan perluasan usaha perkebunan (karet dan kelapa sawit). Desa Bangun Sari merupakan salah satu desa percontohan (Pilot Project) Dinas Perkebunan Provinsi Riau pengembangan tanaman Kenaf sebagai tanaman sela bagi para petani untuk menambah penghasilan keluarga selama masa kebun karet dan kelapa sawit belum berproduksi.

Untuk di Provinsi Riau sendiri, Disbun Riau telah mengembangkan hingga 300 hektar tanaman Kenaf yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Diharapkan dari pilot project ini terus berkembang dan menjadi salah satu usaha masyarakat di Provinsi Riau.

Pemilihann Kenaf sebagai tanaman sela subsektor perkebunan karena tanaman ini sangat prospek dan memiliki daya jual tinggi. Serat Kenaf sendiri akan diolah menjadi komponen utama pada otomotif dan tekstil.

Zulher menilai tanaman Kenaf sangat layak dikembangkan di Provinsi Riau, hal itu didukung oleh kontur tanah yang cocok bagi pengembangan tanaman Kenaf.

"Awal sosialisasi tanaman Kenaf ini, banyak petani yang ragu terhadap nilai ekonomis tanaman ini, namun hingga minggu kedua dan ketiga penanaman, mereka sangat terkejut dengan pertumbuhannya yang begitu bagus," kenang Zulher.

Untuk meyakinkan para petani, Zulher mengatakan bahwa telah ada perusahaan yang bersedia menerima seberapa banyak hasil produksi para petani yaitu PT. Global Agrotek Nusantara. Selain mencari perusahaan pengumpul hasil produksi petani, Disbun Riau juga pada tahap Pilot Project dan beberapa tahun ke depan akan memberikan bantuan kecambah tanaman kenaf dan juga pembimbingan teknis selama proses penanaman.

"Kita menginginkan ekonomi petani itu terangkat. Hasil produksinya sangat luar biasa, produksi per hektarnya mencapai 2 ton dengan omzet hingga Rp.10 juta," terang Zulher.

Umumnya tanaman kenaf telah dapat dipanen, namun hingga per tanggal 26 Maret ini tanaman telah mencapai umur 3,5 bulan belum berbunga minimal 25%. Hal itu disebabkan oleh musim kemarau kering yang terjadi diprovinsi Riau pada bulan Januari-Februari.

"Bayangkan saja, provinsi Riau yang dilanda musim kemarau kering dan bencana asap selama kurun waktu Januari-Februari ini, produksinya tetap maksimal," ujar Zulher.

Kepala Desa Bangun Sari, M. Nur Suhud, saat kunjungan Zulher tersebut sangat berterima kasih kepada beliau yang telah menjadikan desa Bangun Sari sebagai desa percontohan. Dia mengatakan bahwa dengan tanaman Kenaf ini maka harapan peningkatan ekonomi masyarakat terus ada. Selama ini, katanya, masyarakat bergantung kepada kebun karet dan sawit yang tidak optimal. Mereka takut untuk melakukan peremajaan karena ketiadaan modal dan juga ketakutan jika peremajaan dilakukan maka mereka akan kehilangan pendapatan nantinya.

"Petani sangat senang dengan perhatian Kadisbun Riau. Mereka akan berjanji akan menjadikan tanaman Kenaf ini sebagai salah satu tulang punggung ekonomi keluarganya hingga kebun karetnya menghasilkan," ujar Nur Suhud. [rls]