Karna Limbah, Korban Tewas Dihajar Securiti RAPP
Kabar Kriminal - Perbuatan sekuriti yang bertugas di PT RAPP dinilai sudah keterlaluan dan tidak mengenal azas praduga tak bersalah. Akibat tindakan berutal para sekuriti dari PT Satria Rajawali Persada (SPR) yang mengamankan lingkungan PT RAPP telah menewaskan Hutajulu yang juga pekerja dilingkunangan industri bubur kertas milik Sukanto Tanoto.
Menurut keterangan saksi mata, saat kejadian korban diperlakukan seperti binatang, kepala dan badan korban luka parah, saksi mata ini menyebutkan korban yang sudah separo mati ini baru selanjutnya diserahkan ke Polsek Pangkalan Kerinci, Pelalawan Riau.
Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 5.00 WIB, pada hari yang sama sekitar pukul 13.30 WIB korban baru diserahkan kepada pihak yang berwajib. Dalam waktu kurang lebih 7 jam, korban meregang nyawa akibat penganiayaan yang dilakukan sekuriti yang dipekerjakan PT RAPP melalui perusahaan PT Satria Rajawali Persada (SPR).
"Diperkirakan dari selisih jam itu, korban terus dianaya hingga tak berdaya," jelasnya.
Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol, Arwin, yang dikonfirmasi melalui telpon, membenarkan kejadian ini, dijelaskannya lorban sampai di Mapolsek Pangkalan Kerinci dalam keadaan babak belur. Seterusnya Polsi merujuk korban ke Rumah sakit karena situasinya sangat parah.
"Malam tadi korban meninggal di Rumah Sakit," jelas Arwin. Senin (12/5).
Atas kejadian ini Polisi telah memeriksa beberapa orang sekuriti dan satu diantara mereka sudah dinyatakan tersangka dan diamankan di Mapolsek Pangkalan Kerinci.
"Tersangka lain mungkin akan bertambah seiring BAP yang akan dilakukan unit Reskrim, karena penganiayaan ini diduga dilakukan bersama-sama," tukasnya.
Pihak managemen PT RAPP melalui Corpcom Head RAPP, Djarot Handoko kepada media soal tanggapan meninggalnya warga akibat penganiayaan yang mengewaskan Hutajulu, bahwa saat ini kasusnya telah diserahkan kepada pihak berwajib (polisi). Pelaku penganiayaan adalah petugas sekuriti dari PT Satria Rajawali Persada (SRP) bukan dari RAPP.
Saat kejadian HUtajulu hanya kedapatan membawa 22 potong tembaga yang diduga limbah kabel dari dalam kawasan pabrik. Tampa ampun saat beberapa sekuriti langsung menghajar hingga korban pingsan dan akhirnya meninggal dunia. [din-bas]

