delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Assisten III Lepas Mahasiswa KKN STAI Bengkalis

213 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Kautsar Bengkalis Angkatan XX mulai melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini secara resmi dilepas Assisten redaksiistrasi Umum (III) Setdakab Bengkalis M. Herdi Salioso di Aula Lantai IV Kantor Bupati.

 

Bengkalis (KR) - Sebanyak 213 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Kautsar Bengkalis Angkatan XX mulai melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini secara resmi dilepas Assisten redaksiistrasi Umum (III) Setdakab Bengkalis M. Herdi Salioso di Aula Lantai IV Kantor Bupati, Senin (23/6).

Peserta mahasiswa KKN ini terdidi dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) 155 orang dan Tadris Bahasa Inggris (TBI) 58 orang. Mereka akan melaksanakan tugas KKS di 30 desa di lima kecamatan yaitu Bengkalis, Bantan, Bukitbatu, Rupat dan Rupat Utara serta akan menempuh proses pratek lapangan selama 45 hari.

Pelepasan para mahasiswa KKN ini juga dihadiri Pembantu Ketua (Puket) I A. Rahman. D, Koordinator KKN Muhajir Darwis, para dosen serta staf dan mahasiswa/i STAI Al-Kautsar Bengkalis. Pelepasan ditandai dengan penyerahan kartu peserta KKN secara simbolis. Disela-sela pelepasan ini juga diserahkan cenderamata dari Puket I Al Kautsar A. Rahman. D kepada Asisten III M. Herdi Salioso.

Kesempatan ini, Assisten III Herdi Salioso mengatakan, program KKN sinergi dengan program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pemerintah daerah. Sasaran strategisnya adalah meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dan meningkatnya akses dan mutu pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Disamping itu, merupakan media untuk membangun kemitraan antara lembaga perguruan tinggi dengan masyarakat dan sekaligus dapat dijadikan sebagai ajang promosi perguruan tinggi yang bersangkutan.

"Sebagai mahasiswa, kalian merupakan agent of change dan motivator melalui ide-ide yang cemerlang diharapkan dapat mendorong perubahan positif masyarakat melalui perubahan pola pikir, perubahan pola tindak masyarakat yang santun dan penuh kearifan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan," ujarnya.

Herdi juga berpesan, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa harus memiliki karakter dan budi pekerti yang baik selain memiliki kemampuan akademik dibidangnya masing-masing. Oleh karena itu, selama di lapangan, para mahasiswa KKN dituntut untuk menjadi motivator dalam berbagai kegiatan, sekaligus menjadi peran dalam membina semangat gotong royong di masyarakat. Sehingga bisa menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan.(MT)