delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Razia Dishubkominfo Pekanbaru Ujungnya Duit

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Pekanbaru (Dishubkominfo), kembali melakukan razia di Simpang Pasir Putih, Perbatasan Pekanbaru dengan Pelalawan, Razia yang dipimpin oleh Abu Bakar ini berjalan nampak seperti razia biasanya, namun dibelakang razia tersebut sejumlah sopir travel kembali mengeluh karena razia ini ujung ujungnya setoran.

Berdasarkan pantauan dilokasi itu kali ini razia tersebut mengantongi surat perintah tugas (SPT) tanggal 1 September 2014, dengan masa berlaku hingga akhir bulan ini, hal ini berbeda dari razia sebelumnya 20 agustus 2014 bulan lalu, Abu Bakar menunjukkan SPT yang sudah kadaluarsa hingga 4 bulan lamanya.

Menurut salah seorang sopir Travel Pekanbaru tujuan Rengat, razia yang sama selalu merugikan mereka, karena menurutnya setiap razia mereka kerap dipalak oknum Dishubkominfo Pekanbaru ini, dengan sejuta alasan.

"Alasan yang mendasar adalah hanya gara - gara tidak masuk terminal Pekanbaru, namun sayang puluhan Travel masih banyak dibiarkan memuat penumpang di Simpang Harapan Raya," Jelasnya, Selasa (16/9/14).

Dijelaskan Sopir yang tidak mau namanya ditulis ini, menyayangkan Pegawai Dishubkominfo memungut uang kepada sopir, dengan alasan kalau tidak bayar maka akan ditangkap sebab tidak masuk terminal.

"Ini yang kami tanggung tiap 15 hari pak, kalau kami tidak setor maka mobil kami akan ditilang, karena kami takut mau tidak mau kami harus bayar, sebab kalau tidak dibayar bisa - bisa mobil kami ditahan selama 3 hari, makan apa kami nanti," Jelasnya.

Dia berharap kepada pimpinan Dishubkominfo Pekanbaru kalau memang mau ditertibkan mereka menurut tapi tentu tidak pilih kasih, dan tidak memaksa berdalih salah lalu minta setoran.

"Kalau salah kami mengaku salah, tapi kalau alasanya Duit tentu kami akan merugi," Harapnya.

Tekait adanya Pingli oleh sejumlah oknum Dishubkominfo Pekanbaru, Kepala Dinasnya Ir, Syafril, MT ketika dihubungi telponya hingga kini masih tidak aktif, sementar Pimpinan Opreasi penertiban ini dilokasi itu, Abu Bakar menyebutkan tidak pernah melakukan Pungli kepada sopir.