delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Gajah Lampung Turun ke Pemukiman

Desa Lumbok merupakan hutan lindung yang mulai beralih fungsi menjadi areal pertanian ilegal milik warga, akibatnya pada musim kemarau, gajah di Lampung banyak yang turun ke permukiman.

Daerah rawan konflik gajah dengan manusia terdapat di Desa Sukaraja, Kabupaten Tanggamus dan Desa Pemerihan, Suberejo Pesisir Barat, serta Desa Lumbok Kabupaten di Lampung Barat,kata Ali Rizqi Arasyi, Jumat (2014)dari Park Management Coordinator World Wildlife Fund (WWF) Project Lampung.

Ali mengatakan,"Kelompok gajah ini turun karena mencari sumber-sumber air selain menyantap makanan kesukaan gajah yang merupakan hasil panen warga.

Kata Ali lagi, Makanan yang disukai gajah-gajah itu di antaranya jagung, padi dan lainnya. "Kami sudah meminta warga untuk mengubah tanaman komoditas yang tidak disukai gajah, tapi sepertinya masih sulit untuk diarahkan, lanjut Ali.

Untuk mengantisipasi konflik gajah dengan manusia, WWF memberi pembinaan kepada penduduk setempat supaya mereka dapat menghalau gajah tanpa harus menyakiti, apalagi sampai membunuh.

Ali menambahkan, pihaknya memasang tower-tower pemantau gajah di permukiman warga, dan mendatangkan gajah jinak untuk mencegah konflik gajah dengan manusia itu.

Dengan Keberadaan gajah jinak, sangat signifikan menghalau gajah liar masuk ke kawasan hutan lindung, ulas Ali.(br)