delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Gajah Mati Dalam HTI RAPP Ditemukan Sopir Truk Kayu

Kembali warga Desa Lubuk Kembang BUnga, Kecamatan Ukui, kabupaten  Pelalawan, Riau, Senin (16/6/14) lalu menemukan seekor gajah Jantan Dewasa mati dan sudah sudah membusuk di lahan Konsensi HTI Akasia RAPP.

 

Pelalawan (KR) - Aksi penyelamatan polpulasi Gajah oleh Riau Pulp and Piper (RAPP) dan WWF ternyata hanya isapan jempol belaka, buktinya kembali warga Desa Lubuk Kembang BUnga, Kecamatan Ukui, kabupaten  Pelalawan, Riau, Senin (16/6/14) lalu menemukan seekor gajah Jantan Dewasa mati dan sudah sudah membusuk di lahan Konsensi HTI Akasia RAPP.

Saksi hidup ini adalah salah sorang sopir truk pengangkut kayu akasia yang menemukan bangkai gajah ini, awalnya sopir ini mencurigai ada bau busuk setelah 4 kali leawat dijalan koridor logoing RAPP itu, karena baunya sangat menyengat di mendatangi bau busuk itu, setelah berjarak 10 meter terlihat onggokan bangkai Gajah.

"awalnya saya menyangka itu bangkai manusia, ternyata setelah saya amati terlihat Belalai Gajah itu terpisah dari badannya, sementara kepalanya sudah tidak ada," Ujar Sopir pengangkut kayu akasia, Ucok (37th), Sabtu (21/6/14), kepada Metroterkini di Pangkalan Kerinci.

Sebelum meninggalkan lokasi bangkai Ucok sempat mengabadikan dengan Telpon Selulernya, lalu dia melaporkannya kepada Tim patroli Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pelalawan, mendapat laporan Tim datangi lokasi bangkai Gajah malam harinya untuk mengotopsi bangkai Gajah itu.

Namun yang menjadi tanda tanya bagi Ucok justru Petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melarang dirinya untuk memberita_okehukannya kepada wartawan, bahkan ketika dikonfirmasi kepada Humas RAPP mereka terkesan tidak tahu.

Menurut salah seorang Tim BKSDA ini berdasarkan Otopsi, Gajah Jantan Dewasa ini diduga di tembak oleh Pemburu Liar, samapi saat ini kepala Gajah masih belum ditemukan.

Berdasarkan catatan BKSDA dalam tahun 2014 saja sebanyak 10 ekor gajah sudah mati di lahan HTI Akasia Pelalawan, 7 ditemukan mati di Konsensi HTI Basrah, 2 mati di HTI Akasia Ukui, dan terakhir di HTI Akasia di Desa Lubuk Kembang BUnga, Kecamatan Ukui, kabupaten  Pelalawan.

Banyak kalangan menyayangkan Gajah ini mati semuanya dilahan Konsensi HTI RAPP, dan sampai saat ini BKSDA, TNTN, dan Kehutanan Pelalawan terkesan tertutup dengan kematian Gajah yang dilindungi ini, dan Pemilik HTI RAPP juga enggan dikonfirmasi.

Humas WWF Pelalawan Syamsuardi ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu gajah yang diawasinya kembali mati, Sementara pihak TNTN belum seorangpun dari meraka yang memberikan keterangan kepada media.(MT)