delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Komisi C DPRD Riau Minta BUMD Jangan Banyak Anak Perusahaan

Okeline, Pekanbaru – Untuk mengetahui dan menjelaskan keuangan BUMD dalam hal pemeriksaaan keuangan hanya bisa dilihat melalui audit Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP).

Jadi, dalam audit tersebut tentu tidak bisa dijelaskan keuangan unit-unit usaha itu karena hanya dilakukan pada satu BUMD saja sebagai satu badan usaha saja, kata Ketua Komisi C DPRD Riau, Aherson.

Untuk itu, Legislator Komisi C DPRD Riau meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar jangan membuat banyak anak perusahaan seperti PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) atau Riau Investment Corp (RIC) yang memiliki lima divisi dengan 21 unit usaha.

Ia mengatakan, kalau BUMD banyak membuat anak-anak perusahaan, saya kira ini agak riskan karena yang diaudit hanya perusahaan induk. Kami bukannya melarang, tapi ini perlu dikaji serta sumber dananya harus jelas," kata Ketua Komisi C DPRD Riau Aherson di Pekanbaru, Jumat (7/11/2014).

"Kalau pendanaan diambil dari keuntungan perusahaan itu tidak masalah, namun jika diambil dari deviden Provinsi tentu akan merugikan," sebutnya.

Salah satu contoh, misalnya BUMD yang memiliki banyak anak perusahaan adalah PT PIR. Perusahaan ini memiliki 21 unit usaha dengan lima divisi. Divisi tersebut adalah Divisi Pertambangan dan Energi, Divisi Konsultasi Bisnis, Keuangan dan Sekuritas, Divisi Multimedia dan Telekomunikasi, Divisi Perdagangan Industri dan Pariwisata, serta Divisi Konstruksi dan Transportasi.

Lebih lanjt dikatakan, dalam Divisi Pertambangan dan Energi terdapat lima unit usaha yang umumnya adalah pembangkit listrik bernama Riau Power. Sumber energi tersebut berada di Teluk Lembu, Duri dan Siak.

Dan devisi Konsultasi Bisnis Keuangan dan Sekuritas terdapat beberapa jenis usaha seperti pendanaan, jaminan kredit, BPR dan permodalan. Selanjutnya dalam Divisi Multimedia terdapat jenis usaha periklanan, portal berita_oke, telekomunikasi dan layanan pusat data.

Juga, dalam Divisi Perdagangan terdapat satu unit usaha yang memperdagangkan berbagai jenis komoditas seperti beras, minyak goreng, batubara dan lain-lain, ungkapnya. ***