delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Pekan Depan DPRD Inhu Panggil PT PLN Area Rengat dan PT Wika

Kami sudah menerima pengaduan yang disampaikan 15 kades se-Kecamatan Lirik. Meski demikian, Kami masih menunggu surat forum kades dari sekretariat dewan kepada pimpinan DPRD Inhu.

 

Okeline, Rengat - DPRD Inhu merencanakan akan memanggil manajeman PT PLN Area Rengat dan PT Wika selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Lirik pada pekan depan. Pemanggilan ini terkait adanya pengaduan 15 kepala desa se Kecamatan Lirik yang mengeluhkan seringnya pemadaman listrik di wilayah mereka.

“Kita targetkan pekan depan kita panggil manajeman PT PLN Area Rengat dan PT Wika untuk dengar pendapat (hearing) terkait persoalan listrik di Kabupaten Inhu sesuai dengan pengaduan yang disampaikan kades se Kecamatan Lirik,” ujar Wakil Ketua DPRD Inhu, Adila Ansori, Sabtu (10/1).

Diungkapkan Adila, pihaknya sudah menerima pengaduan yang disampaikan 15 kades se-Kecamatan Lirik tersebut, Kamis (8/1) kemarin. Meski demikian, pihaknya masih menunggu surat dari forum kades dari sekretariat dewan kepada pimpinan DPRD Inhu.

“Berdasarkan surat tersebut nanti pimpinan dewan akan menjadwalkan pemanggilan untuk dengar pendapat tersebut,” ujarnya.

Adila menambahkan dengar pendapat yang akan dilakukan DPRD Inhu ini diharapkan mampu membuka informasi terkait krisis energi listrik yang terjadi di Kabupaten Inhu dan upaya apa yang akan dilakukan PLN Area Rengat untuk mengatasinya.

Sementara itu, Manajer PLN Area Rengat Armunanto mengaku pihaknya siap untuk hadir jika DPRD Inhu mengundang untuk dengar pendapat.

“InsyaAllah kita akan hadir dan akan kita sampaikan kondisi yang terjadi apa adanya,” ujarnya, Jumat (9/1) lalu.

Armunanto mengakui bahwa beberapa hari lalu pemadaman listrik di wilayah Rayon Airmolek dengan durasi satu hari padam dan satu hari menyala atau 1 : 1. Kondisi itu disebabkan adanya gangguan oil pump pada 1 unit mesin PLTMG, sehingga total mesin yang mengalami gangguan di PLTMG menjadi dua unit.

“Seharusnya suplai PLTMG 20 MW dengan 7 unit mesin, akan tetapi dengan adanya gangguan tersebut daya mampu PLTMG berkurang menjadi 14 MW, sehingga defisit menjadi bertambah yang seharusnya 12,5 MW menjadi 15,5 MW,” terangnya.

Namun, sejak Kamis (8/1) malam, pihak PLTMG sudah mampu mengoperasikan 1 unit mesin yang mengalami gangguan oil pump tersebut sehingga durasi pemadaman sudah menjadi 2 : 1, atau dua hari menyala dan satu hari padam.

“Sedangkan satu unit mesin lagi di PLTMG tersebut saat ini dalam masa pemeliharaan rutin karena sudah melebihi jam kerjanya. Pemeliharaan wajib dilakukan agar mesin tidak rusak,” jelas Armunanto.

Terkait tambahan mesin 5 MW yang saat ini tengah dilakukan PLN, Armunanto mengungkapkan bahwa mesin tersebut masih dalam proses pengiriman dari Singapura. Diperkirakan tambahan mesin sewa 5 MW sudah bisa dioperasikan pada pekan kedua Februari 2015 mendatang.

“Karena mesin sewa ini didatangkan dari luar negeri, sehingga butuh waktu,” ungkapnya.

Armunanto menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk kembali menambah mesin dengan kapasitas 5 MW sampai 7 MW. Tambahan mesin sewa ini diharapkan mampu mengatasi krisis energi listrik di Kabupaten Inhu.

“Kalau hanya dengan tambahan 5 MW saja belum mampu menutupi defisit daya yang terjadi saat ini. Sebab defisit daya yang dialami PLN Area Rengat saat mencapai 12 MW dan jika 1 unit mesin di PLTMG kembali beroperasi defisit menjadi 9 MW,” jelasnya. (wa)