Tontraktor Ancam Blokir Instalasi Air Bersih Rusunawa
Pekan Olahraga Nasional (PON) Propinsi Riau begitu carut marut, pasalnya banyak dugaan korupsi yang dilakukan mengatas namakan PON. Kini giliran kontraktor instalasi air bersih Rusunawa yang tidak dibayarkan. Kontraktor mengancam akan memblokirnya jika sampai Agustus tidak ada penyelesaianya.
Informasi yang berkembang, bahwa 6 unit rusunawa yang ada di kampus seperti Universitas Riau 2 unit, kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sebanyak 2 unit dan 2 unit lagi berada di kampus Universitas Islam Riau (UIR), ternyata kontraktor penyedia air bersihnya mengalami hal yang sama dengan Sub Kontraktor Main Stadion mereka belum mendapatkan haknya. Padahal pekerjaan mereka telah sekitar 6 bulan yang lalu.
Rusunawa ini sendiri dikabarkan akan digunakan untuk menampung ribuan atlit dan official dari kontingan perserta PON, bisa di bayangkan jika kontraktor melakukan hal yang sama seperti Sub Kontraktor Main Stadion PON Riau yang membongkar pekerjaan mereka, maka ribuan atlit dipastikan tidak akan mendapatkan air besih untuk mandi, mencuci dan lain-lain. Siapa yang akan malu nantinya?
Seperti disampaikan Direktur PT. Daya Hasta David Sianturi yang mengaku bahwa pihaknya telah menyelesaikan pekerjaan pembuatan instalasi air bersih untuk 6 unit rusunawa yang berada di 3 kampus yakni UN, UIN Suksa dan UIR. Meski telah selesai sampia saat ini belum ada serah terima dari pihak kami (PT. Daya Hasta-red) ke Pemprov Riau, karena masih ada tunggakan yang belum di bayarkan Pemprov Riau sebesar 30 persen dari nilai kontrak. David mengaku nilainya proyek tersebut Rp 7,4 milliar dan sampai saat ini yang belum di bayar sekita 30 persen lagi dari nilai kontrak tersebut.
Apa yang akan dilakukan jika Pemerintah Propinsi Riau sebagai penanggungjawab tidak membayar sisa dari pekerjaan tersebut, dengan tegas David menjawab, pada dasarnya kita sangat mendukung suksesnya PON di Riau, namun kita juga ingin Pemprov juga membayar hak kita, jika tidak terpaksa melakukan Penutupan pipa saluran air bersih (Doop) dan menyegelnya.
"Kita sangat mendukung PON Riau terlaksana dengan sukses, tapi kita juga menuntut hak kita, karena pekerjaan sudah selesai. Jika tidak maka jalan terakhir terpaksa kita akan menutup dan menyegel saluran air bersih kesemua rusuna tersebut,"ungkapnya.
Namun tambah david tentunya pihaknya ingin berdialog dengan pihak yang terkait dalan hal ini Pemprov Riau bagaimana solusinya, dan kita tunggu hingga bulan Agustus tahun ini.
"Kami akan menunggu hingga bulan Agustus tahun ini, jika tak ada solusi dan hak kami tidak di bayarkan maka penyegelan akan kami lakukan,"ancamnya.**rk
Informasi yang berkembang, bahwa 6 unit rusunawa yang ada di kampus seperti Universitas Riau 2 unit, kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sebanyak 2 unit dan 2 unit lagi berada di kampus Universitas Islam Riau (UIR), ternyata kontraktor penyedia air bersihnya mengalami hal yang sama dengan Sub Kontraktor Main Stadion mereka belum mendapatkan haknya. Padahal pekerjaan mereka telah sekitar 6 bulan yang lalu.
Rusunawa ini sendiri dikabarkan akan digunakan untuk menampung ribuan atlit dan official dari kontingan perserta PON, bisa di bayangkan jika kontraktor melakukan hal yang sama seperti Sub Kontraktor Main Stadion PON Riau yang membongkar pekerjaan mereka, maka ribuan atlit dipastikan tidak akan mendapatkan air besih untuk mandi, mencuci dan lain-lain. Siapa yang akan malu nantinya?
Seperti disampaikan Direktur PT. Daya Hasta David Sianturi yang mengaku bahwa pihaknya telah menyelesaikan pekerjaan pembuatan instalasi air bersih untuk 6 unit rusunawa yang berada di 3 kampus yakni UN, UIN Suksa dan UIR. Meski telah selesai sampia saat ini belum ada serah terima dari pihak kami (PT. Daya Hasta-red) ke Pemprov Riau, karena masih ada tunggakan yang belum di bayarkan Pemprov Riau sebesar 30 persen dari nilai kontrak. David mengaku nilainya proyek tersebut Rp 7,4 milliar dan sampai saat ini yang belum di bayar sekita 30 persen lagi dari nilai kontrak tersebut.
Apa yang akan dilakukan jika Pemerintah Propinsi Riau sebagai penanggungjawab tidak membayar sisa dari pekerjaan tersebut, dengan tegas David menjawab, pada dasarnya kita sangat mendukung suksesnya PON di Riau, namun kita juga ingin Pemprov juga membayar hak kita, jika tidak terpaksa melakukan Penutupan pipa saluran air bersih (Doop) dan menyegelnya.
"Kita sangat mendukung PON Riau terlaksana dengan sukses, tapi kita juga menuntut hak kita, karena pekerjaan sudah selesai. Jika tidak maka jalan terakhir terpaksa kita akan menutup dan menyegel saluran air bersih kesemua rusuna tersebut,"ungkapnya.
Namun tambah david tentunya pihaknya ingin berdialog dengan pihak yang terkait dalan hal ini Pemprov Riau bagaimana solusinya, dan kita tunggu hingga bulan Agustus tahun ini.
"Kami akan menunggu hingga bulan Agustus tahun ini, jika tak ada solusi dan hak kami tidak di bayarkan maka penyegelan akan kami lakukan,"ancamnya.**rk

