Kapolda: Terorisme Menjadi Ancaman Terberat di Banten
Masalah terorisme masih menjadi tantangan dan ancaman terberat bagi aparat keamanan di wilayah Banten khususnya bagi satuan Brimob.
"Terorisme dan separatisme menjadi tantangan terberat kami di Banten, karena selain penyangga ibu kota negara, di Banten juga banyak pabrik kimia yang khawatir menjadi target aksi-aksi terorisme," kata Kepala Polda Banten Brigjen Pol. Eko Hadi Sutedjo usai peringatan HUT ke-67 Korps Brimob di Mapolda Banten, di Serang, Rabu (14/11).
Menurutnya, aksi terorisme di Banten perlu diwaspadai dan diantisipasi mengingat Banten yang menjadi daerah penyangga Jakarta harus steril dan mampu mem-backup keamanan ibukota. Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah pabrik-pabrik kimia yang ada di Banten karena dikhawatirkan menjadi sasaran peledakan yang bisa menyebabkan kebocoran gas dan berbahaya bagi masyarakat.
"Tantangan dan ancaman semakin meningkat, sehingga kemampuan personel juga perlu ditingkatkan dengan latihan-latihan serta dilengkapi peralatan yang canggih," kata Eko Hadi Sutedjo.
Ia juga mengakui masih banyak kekurangan peralatan yang dimiliki Brimob seperti alat deteksi bom, anjing pelacak yang masih kurang dan alat-alat penyadapan yang masih mengandalkan bantuan atau meminjam dari pusat.
Eko mengatakan, sebagai bentuk antisipasi terhadap aksi-aksi terorisme, perlu dilakukan deteksi dini dan pencegahan dengan menolak faham-faham yang bertentangan dengan falsafah negara serta melakukan deteksi dini. Kemudian yang lebih penting adalah meningkatkan kemampuan untuk bisa mencegah terorisme.
"Kami juga terus membangun kemitraan dengan masyarakat untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat," kata Eko Hadi Sutedjo.
Komandan Brimobda Banten Kombes Pol. Bambang Suwardi mengatakan, ancaman yang dihadapi Brimob Banten saat ini bervarasi dan makin lama semakin canggih. Ancaman tersebut harus diimbangi dengan kemampuan personel serta peralatan yang lengkap yang harus dimiliki Brimob.
"Kaitannya dengan masalah terorisme adalah perintah khusus yang harus dikeluarkan oleh Kapolda. Tim anti teror sudah memiliki data titik-titik rawan yang harus diwaspadai," kata Bambang Suwardi.
Upacara Hut Ke-67 Brimob dilangsungkan di halaman Mapolda Banten, Jalan Syekh Nawawi, Kota Serang, dihadiri perwakilan kesatuan TNI dan Polri di Banten, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta mantan anggota Brimob. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan simulasi pengamanan VVIP oleh anggota kesatuan Brimobda Banten. (M /KR)
"Terorisme dan separatisme menjadi tantangan terberat kami di Banten, karena selain penyangga ibu kota negara, di Banten juga banyak pabrik kimia yang khawatir menjadi target aksi-aksi terorisme," kata Kepala Polda Banten Brigjen Pol. Eko Hadi Sutedjo usai peringatan HUT ke-67 Korps Brimob di Mapolda Banten, di Serang, Rabu (14/11).
Menurutnya, aksi terorisme di Banten perlu diwaspadai dan diantisipasi mengingat Banten yang menjadi daerah penyangga Jakarta harus steril dan mampu mem-backup keamanan ibukota. Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah pabrik-pabrik kimia yang ada di Banten karena dikhawatirkan menjadi sasaran peledakan yang bisa menyebabkan kebocoran gas dan berbahaya bagi masyarakat.
"Tantangan dan ancaman semakin meningkat, sehingga kemampuan personel juga perlu ditingkatkan dengan latihan-latihan serta dilengkapi peralatan yang canggih," kata Eko Hadi Sutedjo.
Ia juga mengakui masih banyak kekurangan peralatan yang dimiliki Brimob seperti alat deteksi bom, anjing pelacak yang masih kurang dan alat-alat penyadapan yang masih mengandalkan bantuan atau meminjam dari pusat.
Eko mengatakan, sebagai bentuk antisipasi terhadap aksi-aksi terorisme, perlu dilakukan deteksi dini dan pencegahan dengan menolak faham-faham yang bertentangan dengan falsafah negara serta melakukan deteksi dini. Kemudian yang lebih penting adalah meningkatkan kemampuan untuk bisa mencegah terorisme.
"Kami juga terus membangun kemitraan dengan masyarakat untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat," kata Eko Hadi Sutedjo.
Komandan Brimobda Banten Kombes Pol. Bambang Suwardi mengatakan, ancaman yang dihadapi Brimob Banten saat ini bervarasi dan makin lama semakin canggih. Ancaman tersebut harus diimbangi dengan kemampuan personel serta peralatan yang lengkap yang harus dimiliki Brimob.
"Kaitannya dengan masalah terorisme adalah perintah khusus yang harus dikeluarkan oleh Kapolda. Tim anti teror sudah memiliki data titik-titik rawan yang harus diwaspadai," kata Bambang Suwardi.
Upacara Hut Ke-67 Brimob dilangsungkan di halaman Mapolda Banten, Jalan Syekh Nawawi, Kota Serang, dihadiri perwakilan kesatuan TNI dan Polri di Banten, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta mantan anggota Brimob. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan simulasi pengamanan VVIP oleh anggota kesatuan Brimobda Banten. (M /KR)

