Gelombang Tinggi Surutkan Niat Nelayan Melaut
Takut gelombang besar yang melanda kawasan laut selatan di Kabupaten Malang, surutkan niat nelayan untuk mencari ikan dilaut.
Dampak terbesar akan tingginya ombak, juga membuat perekonomian masyarakat di Dusun Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan anjlok. "Sudah tiga minggu kami tidak melaut. Untuk mencukupi kebutuhan hidup saat ini, hanya mengandalkan bantuan berupa sembako dari badan penanggulangan bencana daerah mas," ungkap Cahyono (39), salah satu nelayan di Dusun Tamban, Senin (14/1/2013) pagi.
Kata dia, untuk nekat melaut resikonya sangat besar. Sehingga, beberapa nelayan terpaksa bantir setir mencari pekerjaan di darat lebih dulu sambil menunggu kondisi gelombang stabil.
Sementara itu, Budi (42), Koordinator Nelayan Dusun Tamban menjelaskan, ombak besar saat ini sebenarnya waktu yang tepat untuk mencari udang lobster. "Hujan awal sebenarnya masuk musim panen udang lobster. Namun, karena gelombang sangat besar, nelayan tidak bisa berbuat apa-apa," ucapnya.
Masih dituturkan Budi yang juga pengepul udang lobster, Januari sejak awal hujan pertama sampai hari ini, lobster sangat banyak dilaut. Hanya saja, minimnya nelayan untuk mencari lobster membuat pasokan lobster ke pengepul turun drastis. "Ya karena terganggu gelombang, otomatis ketersediaan lobster dari kami sangat minim. Kalaupun ada, jumlahnya sangat kecil," katanya.
Ia menambahkan, dirinya berharap gelombang laut bisa kembali tenang secepatnya. Dengan masa panen udan lobster ditengah ombak besar, membuat penghasilan dirinya menjadi pengepul besar udang lobster menurun drastir. "Stok tidak ada. Kalaupun ada, sangat terbatas dengan. Satu kilo lobster saat ini dihargai Rp.150.000 sampai Rp.250.000. Ombak tinggi sampai 10 meter ditengah laut, membuat nelayan tidak berani melaut untuk mencari lobster," pungkasnya.(KR)

