delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Setelah Menabrak Dua Kali, Sopir Xenia Bunuh Diri Dengan Gunting

Surwinanto, sopir Xenia terjun ke sungai Bengkal di desa Kebon Agung kecamatan Loano, Purworejo, Rabu (30/1/2013). Setelah kalah dalam perjudian pilkades, ia dua kali menabrak orang, kemudian mati karena bunuh diri.

Kapolres Purworejo melalui Kasubbag Humas AKP Suyadi menjelaskan, dari berbagai sumber pihaknya berhasil mendapatkan informasi seputar motif dan latar belakang korban melakukan aksi nekad tersebut. Menurutnya, semuanya berawal dari kekalahan korban dalam taruhan Pilkades di wilayah asalnya. Karena takut dikejar lawan taruhannya, Surwinanto pun melarikan diri.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga korban yang mengambil jenazah, korban mengalami kekalahan dalam taruhan Pilkades di Getasan senilai sekitar Rp 100 juta. Karena depresi, korban kemudian kabur ke arah objek wisata Kopeng. Di lokasi tersebut dia bertemu dengan seseorang bernama Novi. Kemudian Surwinanto meminta Novi mencarikan mobil rental. Setelah dapat, mobil rental Daihatsu Xenia H8881AW dibawa ke arah Magelang. Dari Magelang diteruskan ke Purworejo," papar AKP Suyadi, Kamis (31/1/2013).

Ketika sedang melaju dengan Xenianya, lanjut AKP Suyadi, Surwinanto menabrak seorang pengendara motor di desa Ketosari kecamatan Bener. Karena tidak menolong korban yang ditabraknya, warga pun mengejar menggunakan sepeda motor. Nahas lagi, sesampainya di desa Kaliboto kecamatan Loano, tepatnya di kawasan SMPN 19 Purworejo Surwinanto kembali menyerempet seorang siswa SMPN 19.

Karena tidak juga berhasil bunuh diri dengan menabrakkan mobilnya, Surwinanto pun menggunakan satu gunting yang dibawanya untuk bunuh diri. Meski petugas Polres Purworejo yang datang telah berusaha mencegah, namun Surwinanto terlanjur mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Suyadi menambahkan, saat ini barang bukti berupa Daihatsu Xenia masih diamankan di Satlantas Polres Purworejo. Barang bukti lain yang juga diamankan adalah gunting kecil berwarna merah, tas kecil berwarna coklat yang berisikan STNK Daihatsu Xenia nopol H 8881 AW atas nama Jajang Agung Wirawan yang beralamat di Perum BSB Asabri C-7/21 Mijen, Semarang. Dalam tas juga ditemukan tiga dadu kecil.

Dari kamar jenazah RSUD Purworejo, seorang petugas jaga, Sukirno mengatakan jenazah Surwinanto dijemput keluarganya hari itu juga sekitar pukul 24.00. Keluarga korban menggunakan kendaraan ambulan dari puskemas yang berplat Semarang.

"Saya tidak tahu persis itu mobil ambulan dari puskesmas mana. Yang saya tahu mobilnya berplat Semarang," kata Sukirno.

Sukirno menjelaskan, keluarga korban yang terdiri dari empat orang itu berada di ruang jenazah RSUD Purworejo sekitar limabelas menit. DIa tidak banyak bertanya kepada keluarga korban. "Mereka hanya sebentar. Yang saya tahu, dari keempat orang itu salah seorang terus menerus menangis, mungkin kakaknya," tambah Sukirno.(T/KR)

BERITA TERKAIT