Pos TNI Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya di Serang
Aksi penyerangan terhadap anggota TNI di Papua terjadi di dua lokasi berbeda. Yang pertama sekitar pukul 09.30 WIT, Pos TNI Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya diserang. Akibatnya, Lettu Reza terkena tembakan di bagian lengan. Selain itu, Pratu Wahyu Wibowo tewas akibat tembakan di dada.
Korban ditembak dari jarak 300 meter di depan Pos TNI. "Di Pos TNI saat ini sudah bergabung dengan pos Brimob yang berjarak kurang lebih 15 meter dari pos kita," kata Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Letkol Jansen Simanjuntak di Jayapura, Kamis (21/2).
Kejadian kedua, sambung Jansen, adalah penghadangan dan penembakan kelompok sipil bersenjata sekitar pukul 10.30 WIT saat empat anggota Pos Koramil Distrik Sinak Kabupaten puncak yang hendak mengambil radio dihadang dan ditembaki oleh kelompok bersenjata. Saat penghadangan di Sinak, jelas dia, ada 9 anggota TNI yang berjalan tidak membawa senjata karena lokasi Koramil dengan Bandara Sinak tempat akan ambil radio itu dekat.
Dikabarkan 7 anggota TNI tewas saat penghadangan itu. Mereka yakni Sertu Udin dan Sertu Frans yang berasal dari Koramil setempat. Lalu, Sertu Ramadhan, Pratu Mustofa, Pratu Edi, Praka Jojo, dan Praka Idris yang berasal dari Yonif 753 Nabire yang bertugas di distrik itu. "Satu orang anggota sudah kembali ke pos, sementara satunya masih kita cari untuk yang di Sinak,” sambungnya.
Korban yang meninggal rencananya akan dievakuasi dulu ke Jayapura. Atas nama Panglima TNI dan seluruh keluarga besar TNI sangat berduka atas kejadian ini. Inilah risiko kami TNI dalam bertugas," ujarnya.
Menyinggung korban dari kelompok bersenjata, Jansen mengakui ada informasi dua orang anggota kelompok bersenjata yang dilaporkan menjadi korban. Hanya saja informasinya masih belum terkonfirmasi karena alat komunikasi di sana yang sulit dihubungi.
Jansen menambahkan, saat ini pihak TNI dibantu kepolisian masih terus melakukan upaya pengejaran. Hanya saja belum fokus karena masih mengutamakan evakuasi yang akan dilakukan oleh helikopter milik Kodam.
“Kemungkinan baru bisa besok dilakukan olah tempat kejadian perkara. Saat ini masih fokus evakuasi yang semuana akan dibawa ke Jayapura,” pungkasnya. (MTV /KR)
Korban ditembak dari jarak 300 meter di depan Pos TNI. "Di Pos TNI saat ini sudah bergabung dengan pos Brimob yang berjarak kurang lebih 15 meter dari pos kita," kata Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Letkol Jansen Simanjuntak di Jayapura, Kamis (21/2).
Kejadian kedua, sambung Jansen, adalah penghadangan dan penembakan kelompok sipil bersenjata sekitar pukul 10.30 WIT saat empat anggota Pos Koramil Distrik Sinak Kabupaten puncak yang hendak mengambil radio dihadang dan ditembaki oleh kelompok bersenjata. Saat penghadangan di Sinak, jelas dia, ada 9 anggota TNI yang berjalan tidak membawa senjata karena lokasi Koramil dengan Bandara Sinak tempat akan ambil radio itu dekat.
Dikabarkan 7 anggota TNI tewas saat penghadangan itu. Mereka yakni Sertu Udin dan Sertu Frans yang berasal dari Koramil setempat. Lalu, Sertu Ramadhan, Pratu Mustofa, Pratu Edi, Praka Jojo, dan Praka Idris yang berasal dari Yonif 753 Nabire yang bertugas di distrik itu. "Satu orang anggota sudah kembali ke pos, sementara satunya masih kita cari untuk yang di Sinak,” sambungnya.
Korban yang meninggal rencananya akan dievakuasi dulu ke Jayapura. Atas nama Panglima TNI dan seluruh keluarga besar TNI sangat berduka atas kejadian ini. Inilah risiko kami TNI dalam bertugas," ujarnya.
Menyinggung korban dari kelompok bersenjata, Jansen mengakui ada informasi dua orang anggota kelompok bersenjata yang dilaporkan menjadi korban. Hanya saja informasinya masih belum terkonfirmasi karena alat komunikasi di sana yang sulit dihubungi.
Jansen menambahkan, saat ini pihak TNI dibantu kepolisian masih terus melakukan upaya pengejaran. Hanya saja belum fokus karena masih mengutamakan evakuasi yang akan dilakukan oleh helikopter milik Kodam.
“Kemungkinan baru bisa besok dilakukan olah tempat kejadian perkara. Saat ini masih fokus evakuasi yang semuana akan dibawa ke Jayapura,” pungkasnya. (MTV /KR)

