Kapolsek Kota Pangkalan Kerinci Berang, Keberadaan Warnet Sudah Meresahkan
Tertkait perizinan warnet di Pelalawan, Riau yang sudah meresahkan para
orang tua, Pemkab Pelalawan tidak tegas dalam menjalankan aturan yang
diberikan KPPT, pasalnya warnet ini sudah merusak anak pelajar, pasalnya
membuka situs porno diwarnet gampang dibuka.
"Kami dengan gampang mengakses Vodeo dan Fhoto porno," Jelas salah
seorang pelajar SD, di Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau,
Senin (18/11/13).
Selain itu aturan tutup dan bukanya warnet di daerah ini sering
dilanggar oleh pemilik, bahkan pelajar yang sedang berpakaian sekolah
dengan gampang main diwarnet, seharusnya KPPT Pelalawan, melarang hal
ini ketika perijinan diberikan kepada pengusaha warnet.
Walau ada pelajar yang diberikan tugas sekolah oleh guru mencari
pekerjaan rumah di warnet namun pelajar ini tidak diawasi oleh orang
tua, sehingga pelajar ini berlama - lama diwanet untuk bersantai membuka
situs porno yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah
"Bahkan warnet in buka sampai pagi, terliat disitu pada umumnya anak dibawah umur," Jelas salah seorang Orang tua, Nababan (45th). Bukan itu saja, selain dinyatakan menyalahi perijinan, kini di daerah Kabupaten Pelalawan banyak menjamur warnet tampa izin,
Atas banyaknya keluhan orang tua ini membuat, Kapolsek Kerinci, Kompol
Arwin, SH, menjadi berang dan beliau berjanji akan menertibkan warnet
ini.
"Saya berjanji akan menertibkan warnet ini, seperti yang pernah saya
lakukan di Kabupaten Siak, tempat saya bertugas sebelum ke Kota
Pangkalan kerinci," Ujarnya.
Beliau juag akan menindak warnet yang nakal, diman warnet yang sudah
diberikan peringatan, akan ditindak kalau masih menerima pelajar yang
main ditempatnya, mengenai perijianan Kaplsek yang baru saja 4 bulan
bertugas di Kota Pangkalan Kerinci, hal ini akan diserahkan ke KPPT
Pelalawan dan Satpol - PP untuk menindaknya.
"Untuk menjaga Moral anak kita agar tetap baik, saya akan merazia warnet ini, walau tak diberikan izin oleh KPPT," Tukasnya.
Terkait hal ini ketika dihubungi, Kepala KPPT Pelalawan, T. Muktaruddin, belum memberikan komentar.

