delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Keluarga MInta Pimpinan Securiti RAPP di Proses

Kabar Kriminal - Keempat petugas keamanan itu diduga pelaku pengeroyokan terhadap Roni Astin Hutajulu (25), yang diduga melakukan pencurian, sehingga berujung kematian, menurut sumber, Korban di tahan hingga 8 jam di Pos Sekuriti, berdasarkan berita_oke sebelumnya kejadian serupa telah terulang hingga lebih dari 4 kali.

Sebelumnya warga diberita_okekan juga dianiaya karena limbah besi tua, bahkan ada 2 tewas dilokasi RAPP yang sampai saat ini belum terungkap, diduga motifnya sama. menurut keluarga korban, Viktor Siagian, dirinya tidak terima atas perlakuan Sekuriti RAPP ini, dia menuntut pengusutan ini hingga ke pimpinan Sekuriti, yang notabenenya warga Asing.

"Kejaidan ini telah berulang kali, kita harsu tegakkan Hak Azazi Manusia yang dilanggar Sekuriti ini," Jelasnya.

Sementara ituAnggota DPRD Pelalawan, Sozifau Hia, melalui pesan BBM nya kepada wartawan menyebutkan, perlakuan RAPP sudah keterlaluan, pasalnya 2 kali sebelumnya waeganya dianiaya hingga babak belur, walau tidak berujung maut, sampai saat ini warganya masih menderita sakit - sakit dan trauma yang mendalam.

"Budaya kekerasan Sekuriti PT. RAPP ini tidak pernah dibenahi, sekarang apakah mereka senang dengan adanya korban yang seharusnya bisa dihindari," Jelas BBM nya.

Sementara itu Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Kerinci telah menetapkan 4 orang sekuriti yang bertugas di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang menganiaya Roni Astin Hutajulu hingga tewas, jadi tersangka.

"Penetapan tersangka itu setelah dilakukan pemeriksaan intensif. Apalagi, kita mendapat kabar jika korban meninggal dunia di RS Syafirah Pekanbaru," terang Kepala Polsek Pangkalan Kerinci, Kompol Arwin Wsc, Selasa (13/5), kepada wartawan.

Hasil visum dokter, kepala korban terkena pukulan benda tumpul. Demikian juga bagian tubuhnya yang lain dan mengakibatkan korban meninggal dunia.(MT)