Rusli Sebut Banyak Nama, Polhut Pelalawan Bantah Razia Bodong
Kabar Sosial - Dengan bocornya razia Polisi Kehutanan (Polhut) yang diduga bodong dari salah seorang pegawai Kehutanan sendiri, salah seorang tim, bernama Rusli mengaku terpojok dengan pemberita_okean tersebut.
Ketika di jumpai Rusli di Kantor Polhut Pelalawan, Rusli meradang, beliau menanyakan asal - usul informasi berita_oke yang menurutnya memojokkan dirinya ini.
"Dari mana wartawan tahu, kalau kami razia Bodong," Tanya Rusli, (16/5/14).
Dijelaskan Rusli, mereka melakukan razia atas perintah atasan, dan Surat Perintah (Seprin) ini ditanda tangani Kepala Dinas, Hambali. Di akunya beliau sangat kaget ketika dia dituduh melakukan pungli, padahal berdasarkan urutan nama, dalam Seprin ini, namanya yang paling terakhir.
"Kok saya pula yang tertuduh pungli, padahal banyak nama diatas saya yang lebih berwenang, urutan pertama dalam seprin itu Andes Arpen, Kasi Pengamanan hutan, Dansat Polhut, dan ada beberapa nama lagi di atas saya, sementara nama saya ada pada urutAn terakhir," Tukas Rusli.
Sebelumnya telah beredar di media masa, razia Polhut Bodong, yang terkuak dari informasi salah sorang, Tim Polisi Kehutanan itu sendiri, Rusli dikabarkan melakukan pungutan kepada pemilik kebun bernama Pandiangan, karna sakit hati tak diberikan uang, maka tim Polhut yang ikut kelokasi kebun itu menyita 4 karung Pupuk, satu Unit Genset, dan 14 Gerigen Minyak Solar. (Bas)

