delikreportase.com

Copyright © delikreportase.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Hatta Munir:

”Narkoba Semakin Menggila”

Ketua LSM Masyarakat Peduli Reformasi Berwawasan Nasional (MPR Ber-Nas) Kab Inhu Hatta Munir prihatin dan resah dengan peredaran narkoba yang sudah merambah anak remaja, bahkan anak sekolah.

 

KABARRIAU.COM, Rengat – Sejak pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan maklumat “Indonesia Darurat Narkoba” peredaran narkoba di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin hari semakin menggila.

Para korban (pengguna, red) semakin banyak di kalangan masyarakat hingga ke pelosok desa. Sehingga seluruh masyarakat khususnya para orang tua menjadi resah, karena merasa khawatir kalau anak-anak mereka menjadi korban.

Melihat kondisi tersebut, Ketua LSM Masyarakat Peduli Reformasi Berwawasan Nasional (MPR Ber-Nas) Kab Inhu, Hatta Munir turut prihatin dan resah jika peredarannya sudah merambah hingga anak remaja, bahkan anak sekolah.

“Hal inilah yang membuat para orangtua sangat khawatir atas kelangsungan hidup masa depan para generasi penerus bangsa, terutama terhadap putra-putri mereka yang bakal hancur masa depannya akibat mengkonsumsi barang haram tersebut.

Ironisnya, para pengguna atau korbannya adalah orang Islam. Padahal, bagi orang yang beragama Islam haram hukumnya jika mengkonsumsinya,” tegas Hatta Munir, Senin (18/5/2015).

Tokoh masyarakat Kecamatan Pasir Penyu, yang juga aktivis lingkungan hidup ini menyakini apabila para pengedarnya tidak segera ditangkap, dan hanya dibiarkan berkeliaran saja melakukan praktik pengederannya diluaran sana, maka jangan diharap kejahatan obat-obat terlarang di Kab Inhu akan berkurang.

Untuk itu, sambungnya, didalam upaya memerangi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang jenis lainnya, sudah barang tentu peran serta masyarakat harus bekerja sama dengan pihak keamanan, TNI/Polri.

“Seluruh komponen masyarakat harus bisa bersinergi dengan aparat keamanan, sehingga peredarannya dapat dihentikan. Jika masyarakat tidak peduli dan masa bodoh terhadap kejahatan yang akan merusak tatatan bangsa ini hingga ke tahun-tahun yang akan datang,” pungkas Hatta.

Berarti semua pihak siap menerima kehancuran moral, jika bangsa ini sudah tidak lagi bermoral. Maka bangsa Indonesia akan kehilangan adat ketimuran, yang selama ini dianut sebagai bangsa yang beradab, dengan ciri-ciri “Santun, Beretika, Bermarwah dan Bermoral”. (wa)

BERITA TERKAIT